Pemimpin Gereja AS Bersumpah Lindungi Para Imigran

Pemimpin Gereja AS Bersumpah Lindungi Para Imigran

daniel.tanamal Official Writer
1624

Disaat ratusan keluarga imigran yang berasal dari Amerika Tengah dihantui ketakutan atas kebijakan terbaru dari pemerintah Amerika Serikat yang akan mengintensifkan deportasi terhadap imigran yang datang secara ilegal, para pemimpin gereja justru bersumpah untuk melindungi mereka.

Para pemimpin gereja membentuk “Gerakan Perlindungan” meliputi sekitar 50 jemaah dari beberapa kota di AS. Secara global, menurut pendeta Noel Anderson yang menjadi koordinator Layanan Gereja Dunia, jemaah pendukung gerakan itu mencapai 300 orang di 20 negara.

Mereka bersumpah akan menawarkan tempat ibadahnya untuk para imigran itu. Selama ini, pemimpin gereja sudah membuktikan niatnya. Ada setidaknya 10 imigran yang diselamatkan dari deportasi dalam 18 bulan terakhir, seperti diberitakan Reuters, Jumat (25/12), dua hari setelah rencana pemerintah disampaikan, berbarengan dengan perayaan Natal, pemimpin gereja itu kembali menyerukan sikapnya.

Pendeta Alison Harrington dari Gereja presbyterian di Tuscon, Arizona bahkan menyinggung kisah dalam Kitab Suci, tentang Maria dan Yosef yang mencari perlindungan sebelum kelahiran Yesus. "Sebagai pastur kita tahu bahwa setiap keluarga adalah keluarga yang suci. Kami membuka pintu kami untuk 'Maria dan Yosef' hari ini. Hadiah yang kami bisa tawarkan pada hari Natal adalah hadiah perlindungan," kata Harrington.

Januari lalu, mereka memberi perlindungan bagi perempuan imigran Honduras di Philadelphia yang dua anaknya lahir di AS. Perempuan itu kemudian mendapat penangguhan hukuman dua tahun dari deportasi. Ribuan imigran El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua membanjiri AS dari Meksiko sejak awal 2014. Kebanyakan dari mereka, termasuk anak-anak, melarikan diri dari kemiskinan, kekerasan obat-obatan, maupun kekejaman gangster


Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami