Erwin Wibowo: Balas Dendam Karena Sakit Hati Pada Wanita
Sumber: Jawaban.com

Family / 21 December 2015

Kalangan Sendiri

Erwin Wibowo: Balas Dendam Karena Sakit Hati Pada Wanita

Theresia Karo Karo Official Writer
8604

Semua orang tentu ingin dicintai secara tulus oleh pasangannya. Ini juga yang menjadi harapan dari seorang pria bernama Erwin Wibowo. Berharap bahagia, apa daya justru kekecewaan yang diterima. Selama beberapa kali menjalin hubungan, Erwin kerap dikhianati. Inilah yang membuatnya sakit hati dan berupaya membalas dendam.

Bertunangan dengan seorang wanita, hubungan mereka awalnya berjalan baik. Seiring waktu, muncul perubahan sikap yang ditunjukkan pasangannya. Sehingga timbul perasaan curiga. Untuk menjawab rasa penasaran, Erwin akhirnya berusaha mencari tahu kebenarannya. 

Apa yang ditakutkan olehnya ternyata ‘berbuah’ pahit. Tunangannya ketahuan menjalin hubungan dengan pria lain. “Saya tidak menyangka tunangan saya berlaku seperti itu. Akhirnya saya katakan pada orang tuanya bahwa saya tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan kami,” kata Erwin.

Perasaan terkhianati dilampiaskannya pada minum-minuman keras dan dunia malam. “Saya benar-benar ‘jatuh’. Kehidupan saya habis untuk minum dan dugem. Hingga akhirnya gaya hidup seperti ini membuat saya jatuh sakit.”

Melihat perubahan perilaku anaknya, mama Erwin akhirnya berinisiatif mengenalkan dia pada seorang wanita. Singkat cerita, hubungan mereka berlanjut dan semakin dekat hingga melanjut ke pertunangan. Tapi kenyataannya, dia kembali dikhianati dengan alasan ekonomi. 

“Saya dikecewakan lagi karena uang, kondisi ekonomi yang tidak bisa membelikan beragam keinginannya,” ungkap Erwin. Dan meski telah mengakhiri pertunangannya, Erwin tetap merasa dendam dan sakit hati. 

Menurutnya, wanita hanya ingin harta, dibuat nyaman, dan dimanjakan. Pandangan inilah yang membuatnya ingin membalas dendam, terutama dengan wanita yang sudah memiliki pasangan. 

“Waktu itu saya merasa puas kalau sudah bisa merusak hubungan orang lain. Ada perasaan bangga. Dan dengan begitu, mereka bisa merasakan apa yang saya rasakan,” kata Erwin. 

Tapi lama-kelamaan, kepuasan ini ternyata tidak mendatangkan kebahagiaan untuknya. Setelah itu, dia sadar bahwa balas dendam hanya kepuasan semu semata. Bersamaan dengan itu, muncul perasan bersalah karena sudah merusak hubungan orang lain. 

Saat sedang sendiri, Erwin lebih sering terlihat terlihat melamun. Rasa bersalah itu tumbuh dan menguasai dirinya, hingga dia benar-benar merasa kehilangan arah. Melihat kondisi ini, seorang teman kantor akhirnya memutuskan untuk mengajaknya ikut dalam sebuah ibadah.

“Saat itu ada teman yang mengajak saya ke sebuah ibadah, di mana pemimpin ibadah tersebut berbicara tentang pengampuan. Bahwa saya harus melepas pengampunan kepada mereka yang menyakiti saya, karena dengan begitu Tuhan pun akan mengampuni saya,” jelasnya. 

Firman itu seakan membuka matanya bahwa apa yang dikejarnya selama ini hanya sia-sia. Baik cinta yang diharapkannya dari wanita, hingga aksi balas dendamnya yang merusak hubungan orang lain.   

“Apa yang saya lakukan untuk mengejar kebahagiaan, kepuasan, tidak berarti apapun. Hati saya yang saat itu terasa hampa, diisi kembali oleh aliran ‘air’ yang sejuk dari firman yang saya dengar.” 

Meskipun saat itu Erwin belum menemukan pendamping hidup, namun di dalam hatinya dia tidak kekurangan damai sejahtera. Selain itu, bila ada kesempatan bertemu dengan orang-orang yang pernah disakitinya, Erwin ingin meminta maaf dan memohon ampun atas kesalahannya. Dia juga sudah melepas pengampunan kepada orang yang pernah menyakitinya dulu.

Setelah membereskan segala sakit hatinya, Tuhan juga bekerja luar biasa dalam hidup Erwin. Berkat melimpah mengalir dalam hidupnya. Erwin dipertemukan dengan Rosalina Putu Diana yang sekarang adalah istri sekaligus ibu dari putrinya. 

“Saya memulai kehidupan baru dan diberkati luar biasa oleh Isa Almasih. Kehidupan, keluarga, perekonomian, semua dipulihkan. Saya sangat bersyukur kepada Isa Almasih yang telah menjaga saya dan mengijinkan saya untuk melewati setiap babak kehidupan. Sekarang, saya sadar bahwa semuanya hal itu terjadi untuk membentuk karakter seseorang. Semua ini bisa terjadi karena Isa Almasih hadir dalam hidup saya.”

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Erwin Wibowo
Halaman :
1

Ikuti Kami