Saat Seorang Ayah Menjelaskan Tragedi Paris pada Anaknya

Saat Seorang Ayah Menjelaskan Tragedi Paris pada Anaknya

Theresia Karo Karo Official Writer
3719

Duka atas serangan teroris di Paris bukan hanya dirasakan negara kota penuh romansa ini, melainkan seluruh dunia. Bagaimana perdamaian menjadi ‘barang langka’ sebab perang dan teror terjadi di banyak tempat. 

Pembenaran ego dari sekelompok orang seakan ‘mematikan’ hati nurani mereka dan menyerang warga sipil tidak bersalah hingga ratusan keluarga kehilangan orang yang dikasihinya. Tentu saja aksi teror ini mendapat kecaman dan disesali oleh banyak orang, tidak terkecuali juga anak-anak. 

Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik ini, seorang anak dengan kepolosannya memberikan pendapatnya atas teror yang terjadi. Saat diwawancara oleh wartawan Le Petit Journal, dengan gaya khas anak-anak pada umumnya dia juga menceritakan ketakukan yang dirasakannya.

Ketika ditanya apakah dia memahami apa yang sedang terjadi dan alasan para teroris melakukan hal tersebut, dia menjawab dengan yakin bahwa yang melakukannya bukanlah orang baik, melainkan sangat jahat. Kekhawatirannya ini bahkan membuatnya berpikir untuk pindah ke negara lain bersama keluarganya, karena kini ada ‘orang jahat’ di negaranya.

Mendengar itu, Sang ayah yang berada di sampingnya menjawab dengan penuh kesabaran. Sang ayah menjelaskan bahwa keluarga mereka tidak perlu pindah kemana pun. Sebab Perancis adalah rumah mereka, dan orang jahat ada di mana-mana. 

Mungkin kurang puas dengan jawaban ayahnya anak ini lantas menegaskan bahwa orang jahat tersebut memiliki senjata dan bisa menembak mereka. Sang ayah lantas kembali menenangkan putra kecilnya dan mengatakan bahwa dia tidak perlu takut, karena mereka punya lilin dan bunga yang dipakai untuk mengenang para korban, sekaligus dipakai untuk melawan kejahatan. 

Perasaan aman yang diberikan oleh ayahnya, perlahan mengusir ketakutan anaknya. Dia menerima penjelasan itu dan mengatakan kembali pada wartawan bahwa mereka punya bunga dan lilin yang akan melindungi mereka dari orang jahat. Dan tidak lama, senyum manis terlihat di wajah anak kecil tersebut.

Video singkat yang diupload pada tanggal 17 November 2015 ini seketika menjadi viral di media sosial. Selama dua hari, ratusan ribu netizen sibuk membagi dan memberi tanda suka pada video yang menyentuh ini. 

Memang menjelaskan tentang teror, perang, dan kekerasan tidak akan mudah diterima oleh anak-anak. Meskipun begitu, bukan berarti kita akan membiarkan mereka sendiri dalam ketakutan dan pertanyaan yang belum terjawab dalam dirinya. 

Kita dapat belajar dari ayah Si kecil yang dengan kasih, lembut, dan sederhana menjelaskan pada anaknya tentang menghadapi ketakutannya. Sang ayah tidak hanya membuat anaknya merasa lebih baik, namun juga mengajarkan bahwa kejahatan bisa dikalahkan dengan kasih. Sama seperti kegelapan yang tidak akan pernah menang dari terang.

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”, (Yohanes 1:5). Mari kita berdoa untuk perdamaian di dunia dan untuk dunia yang lebih baik lagi kedepannya. 

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini. 

Sumber : Berbagai sumber by tk

Ikuti Kami