Jemaat GKI Yasmin: Tak Ingin Lagi Rayakan Natal di Depan Istana

Jemaat GKI Yasmin: Tak Ingin Lagi Rayakan Natal di Depan Istana

Lori Official Writer
3218

Penyegelan gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin belum lagi tuntas. Untuk merayakan ibadah minggu, jemaat kerap menggunakan rumah anggota jemaat secara bergantian. Tak jarang di hari-hari besar Natal dan Paskah, jemaat GKI Yasmin menggelar ibadah di depan Istana Negara sebagai bentuk tuntutan agar gerejanya kembali dibuka.

Menjelang hari Natal, 25 Desember 2015 bulan depan, jemaat berharap agar Pemerintah Kota Bogor melaksanakan putusan Mahkamah Agung untuk mengukuhkan gereja tersebut. “Kami berharap tahun ini, peristiwa pengusiran jemaat GKI Yasmin dari gerejanya sendiri tidak akan terjadi lagi. Kalau pemerintah serius, seharusnya kami bisa mulai beribadah mulai 25 Desember 2015 di gereja kami,” kata juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, di kantor Lembaga Bantuan Hukum, Rabu (11/11).

Jemaat GKI Yasmin terpaksa merayakan Natal di depan Istana sejak pencabutan IMB dan penyegelan gereja. Gereja tanpa gedung itu terpaksa dilakukan karena kerap diusir setiap kali mendekati lokasi gereja yang ada di Taman Yasmin, Bogor.

Besar harapan jemaat untuk bisa melakukan ibadah Natal tahun ini di gedung gerejanya. Mereka meminta pemerintah pusat untuk melibatkan jemaat GKI Yasmin dan komunitas lintas iman di kota Bogor untuk menyelesaikan kasus ini. Terutama datangnya kabar relokasi gereja yang diam-diam dilakukan pemerintah kota Bogor dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Kompas.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami