Disebut Minta Jatah Saham Freeport, JK Meradang

Disebut Minta Jatah Saham Freeport, JK Meradang

Theresia Karo Karo Official Writer
3301

Wakil Presiden Jusuf Kalla meradang saat tahu ada politisi yang ‘menjual’ namanya dan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan saham kosong PT Freeport Indonesia. Tidak hanya itu, JK juga meminta pencatut namanya dipolisikan. 

“Oh iya kalau itu yang dikatakan benar bahwa kami, presiden dan saya minta jatah, pasti saya marah. Apa benar? Tolong dilaporin saja yang bicara itu (minta jatah),” ungkap JK seperti yang dilansir dari Liputan6.com (11/11).

Meski tahu siapa tokoh yang menyalah-gunakan namanya, JK enggan mengungkapkannya kepada media. “Enggak, enggak, enggak. Nantilah tanya sama Dirman (Sudirman Said) saja,” ucapnya. 

Sempat beredar kabar bahwa ada beberapa pihak yang mengajukan diri menjadi ‘penghubung’ antara manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini dengan Jokowi dan JK agar bisa mendapat kemudahan perpanjangan izin operasi dan kontrak pertambangan. Sebagai imbalannya, pihak ‘penghubung’ tersebut bisa memiliki sejumlah saham Freeport Indonesia.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara khusus, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan bahwa ada tokoh politik yang meminta saham bila berhasil memperpanjang kontrak Freeport Indonesia. Nantinya saham ini akan diberikan pada Jokowi dan JK. 

Seperti yang diketahui, saat ini Freeport Indonesia diwajibkan melepas 10,64 persen sahamnya, sebagai implementasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : CNNIndonesia/Liputan6.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami