Bridge of Spies: Perjuangan Nurani di Tengah Perang Dingin

Bridge of Spies: Perjuangan Nurani di Tengah Perang Dingin

Theresia Karo Karo Official Writer
3097

Bridge of Spies kembali menampilkan kolaborasi sineas kawakan Hollywood Steven Spielberg dan aktor handal Tom Hanks. Film berlatar sejarah ini bukan yang pertama kali, sebab kesuksesan Saving Private Ryan (1998) juga melibatkan nama keduanya. Sehingga Bridge of Spies patut menjadi daya tarik bagi pecinta film. 

Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di masa perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an. Walau tidak ada perang militer, dua negara adikuasa ini berlomba berebut pengaruh di dunia.

Puncak dari perang dingin ini adalah pembagian bumi menjadi dua bagian. Amerika yang menganut kapitalisme menguasai blok barat, sedangkan Soviet yang mengagungkan komunisme menguasai blok timur. 

Pada tahun 1950-an, kebencian pada komunisme mencapai puncaknya. Gerakan yang digagas Senator Joseph McCarthy yang memberantas penganut paham komunisme di AS menjadi gerakan yang tidak terkontrol. Dan di saat yang sama intensitas kegiatan mata-mata sangat terasa. Sehingga  menyebabkan ketegangan perang berlangsung antara mata-mata dan agen rahasia dari dua belah pihak. 

Film ini dibuka dengan kehidupan ganda Rudolf Abel (Mark Rylance) yang kesehariannya adalah pelukis, sekaligus mata-mata Soviet. Penangkapannya inilah yang mempertemukan Abel dengan James Donovan (Tom Hanks) yang ditunjuk secara tiba-tiba oleh firmanya. Penugasan ini sebenarnya hanya sebagai formalitas belaka, sebab Donovan sendiri adalah pengacara spesialis asuransi di New York. 

Pada masa itu, kebanyakan orang Amerika ingin kasus ini berlangsung cepat sehingga mata-mata bisa lekas dihukum. Namun yang terjadi justru berbeda, karena Donovan membeli pembelaan yang serius dan melaksanakan tugasnya sebagai pengacara dengan maksimal.

"Setiap orang berhak mendapatkan pembelaan … setiap orang berharga". Begitulah kalimat yang sering diucapkan oleh James Donovan. Perjuangan nurani ini bukannya tanpa risiko, sebab semua orang membenci dan menjauhinya. Bahkan keluarganya juga menjadi sasaran teror. 

Bukan tanpa alasan, Donovan tidak ingin Abel dihukum mati untuk kemungkinan adanya warga Amerika yang ditahan oleh pihak Soviet. Dan benar saja, hampir bersamaan dengan itu, sebuah pesawat mata-mata ditembak jatuh oleh Soviet, dan pilot bernama Francis Gary Powers (Austin Stowell) dipenjarakan.

Sehingga CIA menugaskan Donovan untuk menjalankan misi rahasia untuk pertukaran tawanan, sebab dirinya dianggap cukup netral karena pernah membela Abel. Dengan pengamanan yang minim, Donovan harus masuk ke perbatasan blok Barat dan blok Timur di kota Berlin, Jerman. Upaya negosiasi ini terbilang unik dan cukup berputar-putar. Karena ada pihak lain yang terlibat di dalamnya, yakni Jerman Timur yang menahan warga AS yang adalah mahasiswa. Sehingga ada dua pihak yang menginginkan Abel. 

Namun pada akhirnya perjuangan nurani Donovan berhasil membawa pulang dua warga negaranya untuk ditukarkan dengan Abel. Pertukaran ini dilangsungkan di jembatan Glienicke, di atas sungai Havel, Jerman. Di masa itu, jembatan ini dijuluki sebagai “bridge of spies” atau jembatan para mata-mata. Karena begitu seringnya jembatan ini menjadi tempat pertukaran agen mata-mata dari dua pihak.

Donovan tampil sebagai simbol harapan bagi orang-orang yang memperjuangkan keadilan. Meski dengan topik serius, Tom Hanks berhasil menambah unsur entertainment lewat karakter Donovan yang tetap membumi. Inilah yang mampu membuat perhatian pada alur Bridge of Spies tetap terjaga. 

Sementara itu, penataan adegan oleh Spielberg memberikan muatan detail yang bermanfaat bagi keseluruhan cerita dan mudah untuk dinikmati. Sehingga Bridge of Spies bisa dikatakan sebuah film biodrama thriller yang inspiratif dan menarik untuk disaksikan. 

Bridge of Spies (2015)

Genre : Biodrama thriller

Produser : Steven Spielberg, Marc Platt, Kristie Macosko Krieger

Sutradara : Steven Spielberg

Penulis cerita : Matt Charman, Ethan Coen, Joel Coen

Pemain : Tom Hanks, Mark Rylance, Austin Stowell, Will Rogers, Amy Ryan, Alan Alda, Sebastian Koch, Scott Shepherd

Produksi : Touchstone Pictures, Fox 2000 Pictures, DreamWorks Picture, TSG Enterteinment

Durasi : 135 menit

Rilis : 16 Oktober 2015

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Berbagai sumber by tk

Ikuti Kami