Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2821


California menjadi negara bagian Amerika Serikat (AS) kelima yang melegalkan ‘hak mengakhiri hidup’ bagi pasien penderita sakit kronis. Tindakan yang dikenal dengan istilah euthanasia ini mendapat dukungan dari Gubernur California, Jerry Brown.

Brown telah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) terkait euthanasia yang telah diajukan anggota parlemen sejak awal tahun lalu. ‘Hak mengakhiri hidup’ ini mulai mendapat perhatian di tengah dukungan terhadap Britanny Maynard, pengidap kanker leukimia asal California yang pindah ke Oregon untuk mengakhiri hidupnya pada tahun 2014 silam.

Seperti diketahui, empat negara bagian lain seperti Washington, Montana, Vermont serta Oregon sudah lebih dulu memberlakukan undang-undang ini. Dengan ketetapan bahwa pasien penderita sakit kronis secara resmi telah didiagnosa dua dokter hanya memiliki sisa hidup lebih kurang enam bulan. Kemudian pasien akan diberi resep obat yang mematikan.  

Sementara pemuka agama tetap menentang keras pelegalan ‘hak mengakhiri hidup’ ini sebagai UU karena diklaim menentang takdir Tuhan. Gereja Katolik dan aktivis yang fokus bagi orang-orang berkebutuhan khusus bahkan telah mengajukan veto kepada Gubernur California.

Namun, Brown mengakui bahwa ia sendiri sebenarnya merasa berat untuk mengambil keputusan tersebut. Sebagai seorang Katolik dan sempat mencalonkan diri sebagai pastor, Brown mengaku butuh waktu berminggu-minggu untuk menandatangani UU tersebut.

“Pada akhirnya, saya mengembalikan ke diri sendiri. Bagaimana saya ingin bersikap saat menghadapi kematian saya sendiri. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika saya sekarat dan sangat kesakitan. Namun, saya yakin, akan lebih tenang jika ada opsi seperti yang ditawarkan RUU ini,” terang Brown, seperti dilansir Kompas com, Selasa (6/10).

Akan tetapi, kelompok California Menentang Bunuh Diri Berbantuan (CAAS), melalui juru bicaranya, Tim Rosales menegaskan akan mencoba mengajukan tuntutan untuk menghentikan undang-undang euthanasia itu.

Kasus pelegalan hak mengakhiri hidup ini menjadi hal yang mengejutkan tentunya, khususnya bagi para penganut agama yang mengakui bahwa Tuhan adalah pribadi yang berhak atas hidup mati seseorang. Dengan itu, pilihan pasien untuk mengakhiri hidup mungkin saja menjadi alasan keliru. Karena menanti waktunya Tuhan akan lebih baik daripada mendahului waktu yang telah ditetapkan-Nya bagi setiap orang untuk kembali pulang.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik DI SINI.

Sumber : Kompas.com/Cnnindonesia.com/ls


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

novinus tarigan 23 February 2020 - 18:56:55

Saya sering merasa kuatir akan masa depan dan terk.. more..

0 Answer

Tresia 23 February 2020 - 10:00:21

Shalom.. saya ingin menanyakan info rehab Kristen .. more..

0 Answer

Yehezkiel 23 February 2020 - 00:16:02

Bebas dari pornografi

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7262

Banner Mitra Februari 2020 (3)