Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2568


California menjadi negara bagian Amerika Serikat (AS) kelima yang melegalkan ‘hak mengakhiri hidup’ bagi pasien penderita sakit kronis. Tindakan yang dikenal dengan istilah euthanasia ini mendapat dukungan dari Gubernur California, Jerry Brown.

Brown telah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) terkait euthanasia yang telah diajukan anggota parlemen sejak awal tahun lalu. ‘Hak mengakhiri hidup’ ini mulai mendapat perhatian di tengah dukungan terhadap Britanny Maynard, pengidap kanker leukimia asal California yang pindah ke Oregon untuk mengakhiri hidupnya pada tahun 2014 silam.

Seperti diketahui, empat negara bagian lain seperti Washington, Montana, Vermont serta Oregon sudah lebih dulu memberlakukan undang-undang ini. Dengan ketetapan bahwa pasien penderita sakit kronis secara resmi telah didiagnosa dua dokter hanya memiliki sisa hidup lebih kurang enam bulan. Kemudian pasien akan diberi resep obat yang mematikan.  

Sementara pemuka agama tetap menentang keras pelegalan ‘hak mengakhiri hidup’ ini sebagai UU karena diklaim menentang takdir Tuhan. Gereja Katolik dan aktivis yang fokus bagi orang-orang berkebutuhan khusus bahkan telah mengajukan veto kepada Gubernur California.

Namun, Brown mengakui bahwa ia sendiri sebenarnya merasa berat untuk mengambil keputusan tersebut. Sebagai seorang Katolik dan sempat mencalonkan diri sebagai pastor, Brown mengaku butuh waktu berminggu-minggu untuk menandatangani UU tersebut.

“Pada akhirnya, saya mengembalikan ke diri sendiri. Bagaimana saya ingin bersikap saat menghadapi kematian saya sendiri. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika saya sekarat dan sangat kesakitan. Namun, saya yakin, akan lebih tenang jika ada opsi seperti yang ditawarkan RUU ini,” terang Brown, seperti dilansir Kompas com, Selasa (6/10).

Akan tetapi, kelompok California Menentang Bunuh Diri Berbantuan (CAAS), melalui juru bicaranya, Tim Rosales menegaskan akan mencoba mengajukan tuntutan untuk menghentikan undang-undang euthanasia itu.

Kasus pelegalan hak mengakhiri hidup ini menjadi hal yang mengejutkan tentunya, khususnya bagi para penganut agama yang mengakui bahwa Tuhan adalah pribadi yang berhak atas hidup mati seseorang. Dengan itu, pilihan pasien untuk mengakhiri hidup mungkin saja menjadi alasan keliru. Karena menanti waktunya Tuhan akan lebih baik daripada mendahului waktu yang telah ditetapkan-Nya bagi setiap orang untuk kembali pulang.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik DI SINI.

Sumber : Kompas.com/Cnnindonesia.com/ls

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Yones 25 August 2019 - 01:13:05

Upah mengikut Yesus

0 Answer

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 4


7271

Banner Mitra Agustus Week 4