Pewarna Indonesia Temu Wicara dengan PGI

Pewarna Indonesia Temu Wicara dengan PGI

daniel.tanamal Official Writer
2405
<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>

Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) melakukan temu wicara dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonedia (PGI) dan diterima langsung oleh Sekretaris Umum PGI (Sekum) Pendeta Gomar Gultom di Gedung PGI, Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, Senin (14/09/2015).

Dalam temu wicara ini dibahas berbagai masalah yang kerap menjadi kendala diantara PGI dan Pewarna Indonesia dalam hal kelancaran informasi, press release, hingga usulan agar wadah umat Kristen Indonesia tertua yang berdiri sejak tahun 1950 itu membuat sebuah media center yang berfungsi sebagai jembatan diantara PGI dan media-media dalam peliputan dan informasi terkini.

“Tentunya kami menyadari bahwa komunikasi dengan para media itu penting, terutama dengan media Kristen yang merupakan keluarga didalam lingkup kita juga. Jika ada informasi yang tidak sampai ke media, mungkin itu kesalahan kami, tapi bisa juga kekurangan dari teman-teman media dalam mengakses informasi kepada kami. Namun pada prinsipnya proses komunikasi ini wajib kita benahi bersama. Soal media center, tentu saya perlu membicarakannya dengan kawan-kawan didalam pengurus PGI,” kata Gomar Gultom.

Pewarna Indonesia sendiri meminta dan mengajak agar PGI mau bekerjasama dalam berbagai pertemuan dari agenda dan program seperti diskusi, seminar ataupun bincang rutin di salah satu radio nasional Indonesia, yang merupakan program rutin kerjasama Pewarna. “Kehadiran PGI tentu akan membawa warna tersendiri bagi masyarakat dalam hal bekerjasama dengan Pewarna Indonesia. Menjawab dan juga membahas setiap pergumulan umat Kristen yang cukup besar saat ini,” ujar Ketua Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono.

Dalam pertemuan ini juga Sekum PGI menjelaskan banyak hal mengenai peran PGI yang dinilai “kurang bersuara” oleh beberapa pihak, dalam menyikapi setiap peristiwa seperti penutupan gereja dan gangguan-gangguan lainya yang dialami umat Kristiani. Gomar menyebut bahwa PGI selalu bersuara dan merespon setiap kejadian yang terjadi, bukan hanya yang terjadi diluar Kekristenan, namun juga dinamika yang terjadi didalam. Hal itu dibuktikannya dengan kehadirannya dalam setiap kejadian seperti peristiwa pelemahan KPK, kasus GKI Yasmin dan beberapa kasus gereja lainnya.

Selain itu diperlihatkan juga surat-surat keprihatinan dari PGI yang menjadi pengingat dan juga penekan kepada pihak pemerintah agar mau mengusut dan memproses setiap peristiwa yang terjadi. Gomar juga menekankan bahwa setiap masalah tidak dapat disamakan proses penyampaiannya, dan perlu kebijaksanaan dalam bentuk responsnya.

 

 


Sumber : Jawaban.com | Daniel Tanamal
Halaman :
1

Ikuti Kami