Amerika Serikat Desak Tiongkok Bebaskan Aktivis Kristen

Amerika Serikat Desak Tiongkok Bebaskan Aktivis Kristen

Theresia Karo Karo Official Writer
4601

Amerika Serikat meminta Tiongkok untuk membebaskan beberapa pengacara dan pemimpin agama Kristen yang ditangkap jelang pertemuan dengan seorang pejabat senior AS.

Mereka ditangkap di Wenzhou bersama para asistennya serta beberapa umat Kristen lainnya, dan beberapa di antaranya sudah dibebaskan. Salah satu yang masih ditahan oleh pemerintah Tiongkok adalah Zhang Kai yang merupakan seorang pengacara Kristen terkenal, yang juga pendeta sekaligus aktivis.

Penangkapan ini sendiri terjadi pada tanggal 25 Agustus 2015, satu hari sebelum rencana pertemuan dengan duta AS untuk masalah kebebasan beragama, David Saperstein.

Dilansir dari BBC (2/9), Saperstein mengungkapkan bahwa penangkapan ini cukup memprihatinkan. “Penangkapan ini sesuai dengan pola yang mengganggu dari intimidasi negara atas pengacara kepentingan umum, pegiat internet, wartawan, dan pemuka agama,” jelasnya.

"Hal itu jelas menggarisbawahi gentingnya kehidupan beragama di Cina,” tegas Saperstein.

Mewakili kepentingan umat Kristen di Provinsi Zhejiang, Zhang Kai berjuang dalam menghadapi tekanan pemerintah yang meminta gereja mencabut lambang salib yang dipasang di luar rumah ibadah dan menghancurkan beberapa gedung gereja.

Pemerintah Tiongkok sendiri memang telah mengeluarkan larangan simbol salib di gereja dan rumah warga, sehingga tidak ada simbol agama yang tampil menonjol di negara tersebut. Secara resmi negara ini atheis, namun konstitusinya menjamin kebebasan beragama asalkan memperoleh izin negara.

Sumber : BBC/Detik.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami