Sambangi Indonesia, Ini Saran IMF Hadapi Krisis Ekonomi Global

Sambangi Indonesia, Ini Saran IMF Hadapi Krisis Ekonomi Global

Theresia Karo Karo Official Writer
4046

Ketidakpastian The Fed dalam menaikkan suku bunga dan pemberlakuan devaluasi Yuan oleh pemerintah Tiongkok, ditengarai sebagai penyebab krisis ekonomi di sebagian besar negara di dunia. Kebijakan ekonomi di negara-negara maju ini pulalah yang menyebabkan pelemahan mata uang dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia. 

Dilansir dari Liputan6, Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde yang sedang berkunjung ke Indonesia dari tanggal 1-2 September 2015 ini menyarankan beberapa hal untuk menghadapi gejolak ekonomi global tersebut. 

“Pertama, yaitu meningkatkan pertahanan masing-masing negara dengan kebijakan fiskal yang prudent,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Rabu (2/9).  

Selanjutnya, Lagarde mengusulkan bahwa lembaga-lembaga keuangan di berbagai negara Asia perlu menjaga kualitas kredit. Keberhasilan menjaga kualitas kredit disebutnya ampuh untuk bertahan di tengah krisis ekonomi. 

Ketiga adalah dengan menjaga folalitas nilai tukar mata uang negara masing-masing. Hal ini dianggap Lagarde sebagai poin penting yang tidak boleh dilupakan, guna menjaga iklim investasi dan industri di setiap negara.

Usul yang keempat adalah dengan mempertahankan cadangan devisa yang memadai. Menurutnya cadangan devisa Indonesia sebesar USD 107 miliar atau setara dengan 7 bulan impor dinilai sebagai salah satu bukti positif dan wajib dijaga.

“Dan yang kelima, negara harus mampu membangun pengawasan dan pengaturan di sektor keuangan,” ujar Lagarde. Selain itu, dia juga menegaskan pemerintah agar paham sepenuhnya atas tindakan yang dilakukan dan siap untuk menetapkan tindak lanjut bila memang dibutuhkan. 

Kunjungan Lagarde kali ini adalah untuk memenuhi undangan sebagai pembicara seminar di Universitas Indonesia, Selasa kemarin (1/9). Di hari yang sama, perwakilan organisasi internasional ini juga terlihat menyambangi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Sedangkan hari kedua kunjungannya, Lagarde kembali mengisi seminar “Future of Asia's Finance, Financing for Development 2015”, hasil kerja sama Bank Indonesia (BI) dengan IMF, Rabu (2/9), pagi tadi. 


Sumber : Liputan6/Metrotvnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami