Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
7288


Apakah mungkin ada orang asing yang mencintai Indonesiabahkan mungkin lebih dari orang Indonesia sendiri? Jawabannya adalah ada, salah satunya adalah Jim Yost dan istrinya Joan. Pasangan suami isteri asal Amerika ini datang ke Indonesia di tahun 1977 langsung menuju pulau Irian atau yang saat ini kita kenal sebagai Papua. Dengan beban untuk menjangkau suku-suku terasing, Tuhan menuntun Jim dan Joan pertama kali datang ke Indonesia langsung menjejakkan kaki di tengah-tengah suku Sawi yang berada di dataran rendah di bagian selatan Irian Jaya.

“Setelah 18 tahun saya tanya sama Tuhan, mana suku selanjutnya yang harus dijangkau. Ada 250 suku, saya pikir Tuhan akan bawa saya lewat sungai tembus ke suku lain, atau lintas gunung ini ke suku lain. Tapi Tuhan kejutkan, Tuhan bilang : Jim suku yang paling diabaikan sekarang adalah Suku Generasi Muda. Punya bahasa sendiri, budaya sendiri, dan kami kehilangan suatu generasi di Papua. Semua anak-anak muda tinggalkan ke kampung halaman, pindah ke kota-kota yang berkembang di pesisir sekarang. Mereka cari sekolah, cari kerja,akhirnya putus sekolah dan tidak dapat kerja lalu berakhir minumdan mabuk di pinggir jalan.”

Mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk menjangkau generasi muda yang mulai dirusak dengan minuman keras, obat bius, seks bebas dan HIV/AIDS, Jim dan Joan mulai melangkah dari pedalaman masuk ke kota-kota di Papua. Dari sanalah muncul konsep gereja tanpa tembok, gereja yang ada di sekolah, di jalan, di pasar, di lapangan sepak bola. Pelayanan ini berkembang karena mereka menjangkau anak muda dengan penerimaan dan kasih tanpa syarat dengan bahasa dan budaya mereka.

Hingga pada 26 Desember 2004, tsunami terjadi di Aceh. Jim mendapatkan suara Tuhan untuk berangkat ke Serambi Mekah dengan tim medis untuk melayani di sana. Saat ia melihat bagaimana lebih dari 250 ribu orang tewas dengan belum pernah mendengar kabar baik, ia merasakan apa yang telah dilakukan di Papua bukan apa-apa. Ia bertanya pada dirinya sendiri mengapa dia tidak pernah ke Aceh sebelum tsunami terjadi. Sepulang dari Aceh, hal tersebut terus mengusik hati Jim, dan dia pun bertekad untuk melihat kegerakan rohani di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Hal ini telah dijalaninya selama kurang lebih 9 tahun dan sudah ada ribuan jemaat dibangun di seluruh Indonesia.

Bagaimana Jim Yost melakukan pelayanan kreatif menjangkau anak muda? Anda bisa berjumpa dan belajar langsung dari Jim Yost dalam IMAGO Creative Confrence 2015 : THE NEXT WAVE, Raising Up The Digital Generation pada hari Jumat, 19 September 2015. Anda juga akan bertemu dengan orang-orang kreatif dan berpengaruh lainnya di sana. Daftar sekarang juga di Imagoplanet.com.

Bagi yang mendaftar dalam masa early bird yakni 1 Juli - 15 Agustus 2015, Anda hanya cukup mengeluarkan modal investasi sebesar Rp375.000,00. Biaya investasi ini sudah termasuk hand out, mendengarkan langsung pembicara-pembicara kompeten, makan siang, dan bebas memilih tiga dari enam kelas yang ditawarkan di sesi creative class.


Sumber : Youtube | Jawaban.com | Puji Astuti

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Wahyu hlw 6 December 2019 - 00:19:01

Mengapa Musa tidak memasuki tanah kanaan

0 Answer

Irsan 13 5 December 2019 - 20:31:44

Bidang yg dibahas ekonomi berfokus pada

0 Answer

Icha Vedani 4 December 2019 - 22:12:48

Intan pariwara kelas 11 semester 1

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra November Week 4


7259

advertise with us