Kenang Peristiwa Bom Atom Jepang, Paus Serukan Larangan Senjata Nuklir

Kenang Peristiwa Bom Atom Jepang, Paus Serukan Larangan Senjata Nuklir

Lori Official Writer
2135
Sebagai figur yang fokus menciptakan perdamaian dunia, pemimpin tertinggi gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menyerukan kembali tentang bahaya penggunaan senjata nuklir. Hal ini disampaikannya sebagai bentuk prihatin terhadap Jepang yang baru saja mengenang 70 tahun peristiwa serangan bom atom terhadap kota Hiroshima dan Nagasaki.

“Dalam perang hanya ada kekalahan, satu-satunya cara untuk memenangkan perang adalah dengan tidak bertempur. Pengeboman dua kota di Jepang menjadi lambing kekuatan yang merusak ketika manusia menyalahgunakan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan,” kata Paus saat menggelar misa mingguan di Basilika St. Petrus, Minggu (8/8).

Peristiwa bom atom Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika Serikat (AS) itu menjadi pukulan besar bagi Jepang. Tak hanya menelan korban jiwa puluhan ribu orang, tetapi juga telah menorehkan sejarah penderitaan yang harus dilewati bangsa itu. Sehingga Jepang bertekad untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.  

Dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia yang bebas dari senjata nuklir, bulan lalu negara-negara yang tergabung dalam P5+1, yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Tiongkok dan AS telah melakukan kesepakatan nuklir dengan Iran, negara penghasil nuklir dunia. Kesepakatan itu berisi tentang jaminan Iran membatasi produksi bom nuklir. Kesepakatan ini setidaknya berlaku untuk menjamin perdamaian dan keamanan di Timur Tengah yang sedang menghadapi konflik memanas. Selain itu lima negara adikuasa itu berharap kesepakatan nuklir Iran bisa menjadi landasan untuk kesepakatan-kesepakatan non-proliferasi nuklir di masa depan.

Sumber : Antaranews.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami