Model Ini Ubah Pandangan Dunia Soal Penderita Vitiligo

Model Ini Ubah Pandangan Dunia Soal Penderita Vitiligo

Lori Official Writer
3869

Vitiligo atau vertiligo adalah sejenis penyakit kulit dimana terdapat bercak-bercak putih di sekitar kulit. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan zat melanin atau pigmen yang menentukan warna kulit karena sel yang memproduksi melanin rusak atau tak lagi memproduksi melanin, akibatnya lama kelamaan akan muncul flek putih pada kulit.

Penyakit ini bisa terjadi pada segala usia, namun umumnya akan banyak terjadi saat berusia 20 tahun. Perkembangannya juga sulit diprediksi karena berbeda-beda pada setiap penderita. Ada yang menyebar dengan sangat cepat dan adapula yang lambat. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan penderita kehilangan pigmen kulit secara perlahan-lahan pada hampir seluruh permukaan kulit.

Penyakit inilah yang tengah diderita oleh seorang model bernama Chantelle Winnie (20). Hebatnya, vitiligo tidak menghentikan langkah Chantelle berkiprah di dunia modeling, yang seperti diketahui menuntut keindahan tubuh dan kesempurnaan penampilan. Ia berusaha menunjukkan bahwa kecantikan juga tampak dari dua warna dalam satu tubuh.

Benar saja, pada tahun 2014 lalu ia bahkan terpilih sebagai Model Amerika yang menduduki posisi ke-4 next top model. Ia juga didaulat sebagai duta untuk produk bermerek Desigual yang mengiklani produk Diesel pada musim semi 2015 ini.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di Cosmopolitan, Chantelle berkisah tentang pengalamannya sejak mengalami vitiligo pada usia 4 tahun dan kemudian harus menanggung olokan menyedihkan dari teman-temannya.

Teman-temannya mengejeknya dengan sebutan sapi. Tak tahan dengan olokan itu, ia pun kadang kala harus berkelahi. “Saya ingat ketika duduk di jendela, (saya) berharap pada bintang agar kondisi kulit saya membaik. Aku bertanya-tanya, ‘Mengapa harus aku?” tulisnya.

Sejak kecil Chantelle dibesarkan di Toronto, Kanada, hingga akhirnya pindah ke sebauah sekolah alternative hingga pada akhirnya harus bekerja di sebuah pusat panggilan karena dia tidak ingin dilecehkan.

Jalan hidup Chantelle berubah sejak bertemu dengan seorang wartawan yang membuat sebuah berita tentang dirinya dalam bentuk video di Youtube. Chantelle diyakinkan bisa mengambil jalur karir sebagai model. Atas dorongan itu, dia tak pernah menyerah. Dia lalu mulai membangun jaringan, memposting foto dirinya di media sosial, dan akhirnya memasukkannya ke dalam sebuah lomba reality berjudul ‘Tyra Banks’.

Lewat lomba itu, Chantelle kini berdiri sebagai model yang begitu percaya diri, tak peduli dengan penyakit vitiligo yang dideritanya. Dia tampak tak lagi menilai dirinya buruk dengan bercak-bercak putih di sekujur tubuhnya.

Chantelle Winnie hanya menyampaikan pesan yang begitu penting bagi setiap orang yang memandang penyakit vitiligo adalah sebuah keburukan. Dia menulis, “Orang-orang kadang bertanya kapan saya belajar mencintai diri sendiri. Tak masalah dengan hal itu. Saya tidak memiliki masalah dengan diri saya atau kulit saya. Saya punya masalah dengan cara orang memperlakukan saya karena kulit saya. Mereka mencoba mendefinisikan saya. Saya harus belajar kembali bagaimana mencintai diri saya sendiri dengan melupakan pendapat orang lain dan fokus pada opini saya sendiri”.

Pesan ini mengingatkan kita untuk menghargai orang lain, sekalipun penderita penyakit tertentu atau cacat tubuh. Sebab orang-orang demikian memiliki hak untuk diperlakukan setara dengan orang-orang pada umumnya.

Sumber : Health.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami