Waspada! 5 Peluang Ini Bisa Picu Penculikan Anak

Waspada! 5 Peluang Ini Bisa Picu Penculikan Anak

Lori Official Writer
3165
<!-- endif]-->

Kasus penculikan anak dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini semakin marak terjadi. Tidak sedikit anak yang hilang ditemukan menjadi korban penculikan oleh orang yang tidak dikenal. Peluang penculikan bisa saja beragam, mulai dari keteledoran orangtua, penculikan murni, dan posisi anak tanpa pengawasan yang dianggap sebagai peluang.

Tanpa disadari peluang-peluang ini bisa memicu tindakan penculikan anak terjadi, seperti:

1. Memajang foto anak di media sosial

Kebiasaan para ibu muda memajang foto bayi dan balitanya di akun media sosial ternyata bisa berdampak negatif kepada anak. “Banyak ibu senang jika foto-foto anaknya dipanjang di Facebook. Ternyata, hal ini memberi peluang para penculik untuk mencelakakan anak. Maraknya kasus penculikan sekarang juga salah satunya disebabkan kecerobohan ini sehingga orangtua menjadi makin paranoid,” terang Arist Merdeka Sirait dalam suatu kesempatan.

2. Mengajak anak ke pusat keramaian

Baru-baru ini, ketika dalam suasana Lebaran, sebuah berita penculikan anak santer di media sosial. Seorang anak bernama Sintya Hermawan (6) dikabarkan diculik oleh seorang pria di Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Bocah tersebut hilang saat orang tua Sintya tengah sibuk berdagang aksesoris telepon genggam. Entah bagaimana, Sintya terbujuk oleh ajakan seorang pria yang tak dikenal lalu dibawa pulang ke rumah pelaku.

Kasus ini menandakan tindakan keliru orangtua yang mengajak anak ke tempat-tempat keramaian. Lalu meninggalkan anak di pusat mainan atau membiarkan anak sendirian tanpa pengawasan.  

3. Meninggalkan anak sendiri tanpa pengawasan terpercaya

Salah satu dampak dari tindakan orangtua yang gemar memajang foto anak di media sosial adalah tindakan berani para pelaku penculikan melacak waktu sibuk orangtua lewat profile lewat data mengenai pekerjaan dan kesibukan orang tua yang mungkin kerap meninggalkan anak sendiri di rumah.

4. Mempercayakan anak kepada pengasuh baru

Salah satu modus penculikan yang banyak dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi pengasuh anak. Untuk itu, Komnas PA menghimbau orangtua agar tidak mudah percaya pada pengasuh baru dan lebih baik menitipkan anak di tempat kerja atau keluarga terdekat. Jika tidak sebaiknya mempercayakan pengasuh yang sudah dikenal lama.  

5. Prahara sakit hati mantan pengasuh

Berhati-hatilah memperlakukan pengasuh anak Anda. Sebab banyak sekali kasus penculikan anak yang pelakunya adalah mantan pengasuh. Alasannya beragam, ada yang sakit hati, benci dan terdesak oleh pihak lain. Sangat disarankan agar orangtua menjalin komunikasi yang baik dan memperlakukannya dengan layak.

Solusi agar anak tidak mudah terbujuk oleh rayuan pelaku penculikan dan kejahatan, orang tua sebaiknya melakukan hal ini :

  • Ajarkan anak untuk katakan 'tidak' kepada orang yang tidak dikenal

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyarankan cara pencegahan terjadinya penculikan terhadap anak dengan mengajarkan untuk menolak ajakan orang yang tidak dikenal. Sebab pada umumnya anak akan mudah luluh dan senang kepada orang lain yang bersikap baik dan mengiming-imingi sesuatu yang disukai anak. Orang tua harus mengajarkan bahwa orang jahat juga bisa bersikap baik untuk mencapai tujuannya.

  • Kunci foto-foto anak yang dipajang di media sosial

Untuk meminimalisir penculikan anak, Anda yang gemar memajang foto anak di media sosial bisa mengamankannya dengan memeriksa pengaturan. Foto-foto bayi dan balita yang bersifat pribadi sebaiknya dikunci atau dibatasi hanya dapat dilihat oleh keluarga, teman dan rekan terdekat saja.  

  • Sering memantau anak

Hal ini penting bagi orang tua pekerja kantoran. Jangan malas memantau keberadaan anak Anda saat sedang  bekerja atau dalam perjalanan bisnis keluar kota. Meskipun dijaga oleh pengasuh kepercayaan, taka da salahnya untuk memastikan kondisinya minimal 3 kali sehari. Usahakan berkomunikasi langsung dengan anak dan mengajaknya ngobrol. Jika Anda merasa ragu dengan pangasuh, mintalah kerabat atau keluarga untuk menemani anak di rumah.

  • Lakukan pengawasan ketat saat berada di tempat ramai

Tidak ada yang bisa memastikan bila pusat perbelanjaan dan wisata seperti mall atau rekreasi adalah tempat yang aman bagi anak. Kerumunan orang yang tak dikenal akan lalu lalang, sehingga sahingga sangat disarankan agar orangtua menjaga ketat anak bila perlu tidak membiarkannya lepas dari genggaman.

Penculikan anak terjadi karena adanya peluang yang diberikan oleh orangtua, sehingga disarankan untuk tetap memperhatikan beberapa hal di atas.

Sumber : jawaban.com/ls

Hot Topics

  1. myanmar
  2. PGI
  3. investasi
  4. kisah nyata
  5. kata alkitab

Related Articles

Ikuti Kami