5 Alasan Kenapa Selingkuh Adalah Pilihan Menjebak

5 Alasan Kenapa Selingkuh Adalah Pilihan Menjebak

Theresia Karo Karo Official Writer
8772
Sekian lama menjalin hubungan dengan seseorang terkadang akan membawa kita pada hubungan yang monoton hingga menyebabkan kebosanan. Hal ini tentu wajar, namun bagaimana kita mengatasinya adalah hal yang berbeda.

Mungkin dengan mengurangi intensitas pertemuan, memilih berkumpul bersama teman, bahkan sebagian besar memilih untuk selingkuh. Ini adalah sebagian dari cara orang-orang menghadapi kebosanan dalam hubungan. Namun, perselingkuhan tidak termasuk dalam solusi. Karena setia merupakan dasar dari cinta dan komitmen. Oleh sebab itu, untuk tidak terjebak dalam alasan yang salah, lima hal ini menjelaskan kenapa selingkuh bukan pilihan yang tepat:

1. Bukan Lari dari Masalah

Memilih untuk setia berarti berani untuk menghadapi kebosanan. Yang sering terjadi saat seseorang bosan dengan pasangannya, maka mencari pelarian dianggap sebagai jalan keluar. Kebosanan tadi lantas membuat Anda merasa perlu mencari tantangan baru.


Namun sayangnya tantangan dan kehangatan yang baru itu di cari dari orang di luar hubungan yang sekarang. Sebenarnya cara lain yang lebih efektif adalah dengan menjalin komunikasi untuk menemukan solusi bersama sehingga cinta kalian tetap kuat. Menjalin hubungan dengan orang yang baru, tidak menjamin kita tidak menemui masalah yang serupa.

2. Pembenaran, “Jatuh hati tidak bisa memilih”
Karena menganggapnya sebagai pilihan hati, kita menganggap bahwa selingkuh adalah hal yang wajar. Tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Akan tetapi pernahkah kita membayangkan bahwa pasangan Anda membagi hatinya, benarkah Anda tidak kecewa? Apakah ini terasa adil?

Ketika kita memilih untuk setia, kita akan tahu cinta mana yang layak dipertahankan. Karena cinta bukan sekedar pesona dan jatuh hati, namun juga usaha kita untuk berjuang menjaga cinta tetap bersemi.

3. Berkutat dalam Kebohongan

Ada ungkapan yang mengatakan, ‘sekali berbohong, maka akan ada kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya’. Saat berselingkuh, hidup kita akan semakin rumit dan sibuk menyangkal kebenaran.

Perselingkuhan akan membuat kita terpaksa asik dengan rahasia, sehingga selalu diliputi perasaan cemas dan takut ketahuan. Saat pasangan mulai curiga, maka Anda akan diberondong berbagai pertanyaan yang tidak ingin di jawab.

Setelah jengah ditanya terus-menerus, Anda kemudian menjadi pribadi yang mudah marah. Sehingga kita lekat dengan pikiran negatif. Bila tidak ingin membuat hidup menjadi rumit maka hindari permainan ‘petak umpet’ ini.


4. Setia mampu membuat hubungan yang tawar berakhir bahagia
Berselingkuh, dapat di visualisasikan seperti sepeda roda tiga. Ketika ada satu roda yang rusak, benarkah keberadaan roda lain dapat menggantikan peran sebagai penopang? Apa lantas Anda akan merasa aman? Tentu tidak, karena akan muncul ketidakseimbangan.

Ketahuilah bahwa hubungan yang berawal dari yang tidak baik, akhirnya juga tidak baik. Selain itu, perbuatan yang ‘ditabur’ saat ini, itulah yang kita ‘tuai’ di masa yang akan datang.

5. Tetap Setia adalah pekerjaan yang baik
Seperti yang ditulis di atas tadi, tidak ada kebaikan yang diawali dengan sesuatu yang buruk. Dalam skenario cinta apapun, memilih untuk tetap setia merupakan pekerjaan yang baik. Karena kita tidak perlu berubah menjadi manusia bermuka dua dengan banyak rahasia di depan orang yang dicintai.

Semembosankan apapun sebuah hubungan, setia tetap menjadi patokan untuk kebahagiaan di masa depan. Atau bila memang Anda sudah tidak lagi menemukan 'rasa' tersebut pada pasangan, akan lebih baik untuk mengiklaskan dan melepaskan diri. Bukan justru menambah luka.


Sumber : Hipwee/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami