Pasca Penembakan, 6 Gereja Kulit Hitam AS Terbakar Dalam Sepekan

Pasca Penembakan, 6 Gereja Kulit Hitam AS Terbakar Dalam Sepekan

Lori Official Writer
3029
Pasca penembakan di Gereja Emmanuella, Charleston, Amerika Serikat (AS) kembali harus diresahkan dengan kebakaran enam gereja kulit hitam di beberapa wilayah bagian Amerika dalam waktu sepekan. Kebakaran ini diduga menjadi serangkaian serangan bermotif rasial.      

Seperti dikutip dari Daily Mail, insiden ini dimulai dari terbakarnya Gereja Advent di Knoxville pada Senin (22/6). Pada Selasa dini hari, Gereja Kekuatan Allah di Macon, Georgia menyusul hangus terbakar pula.  Gereja Presbyterian Fruitland di Gibson County, Tenessee terbakar pada hari berikutnya. Sementara pada Kamis paginya, Gereja Glover Grove Missionary Baptist di Warrenville, Carolina  ditemukan sudah jadi puing-puing. Sementara Gereja Baptist College di Elyria, Ohio dan Gereja Greater Miracle Temple di Tallahassee, Florida terbakar pada hari Jumat dan Sabtu kemarin.  

Dari hasil penyelidikan, pihak berwenang menetapkan tiga kasus sebagai bentuk serangan disengaja, dua kasus kecelakaan dan satu kasus tengah dalam proses penyelidikan. Namun kebakaran yang terjadi secara berantai itu menarik kecurigaan tertentu. Apalagi kejadian itu terjadi pasca penembakan di Gereja Kulit Hitam Afrika Amerika yang dilakukan oleh seorang anak muda kulit putih dan menewaskan sembilan orang jemaah gereja.  

Sebagian pihak meyakini bahwa insiden tersebut mirip dengan insiden yang pernah terjadi saat kekerasan rasial masih terjadi di Amerika. Serangan sering dilakukan di malam hari dan dimotivasi oleh kebencian. Untuk memastikan hal itu, FBI dan polisi sudah mulai melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap senjata api dan bahan peledak yang mungkin ditemukan di sekitar gereja.



Anda diberkati dengan artikel ini, yuk share artikel ini di Facebook-mu dan ajak teman-temanmu untuk re-share link artikelnya. Semakin banyak yang re-share, semakin keren hadiahnya. Keterangan lebih lanjut, KLIK DI SINI

Sumber : Daily Mail/CNN Indonesia/ls

Ikuti Kami