ISIS Salibkan Dua Remaja yang Makan Saat Bulan Puasa

ISIS Salibkan Dua Remaja yang Makan Saat Bulan Puasa

daniel.tanamal Official Writer
4373
<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>

Gerombolan Teroris ISIS kembali melakukan kekejaman, kali ini dua anak yang berusia dibawah 18 tahun dilaporkan telah dibunuh dengan cara disalibkan setelah ketahuan makan saat waktu berpuasa. Pada leher kedua anak itu tergantung sebuah plakat yang menuliskan “kejahatan” yang mereka lakukan tersebut.

Kejadian yang terjadi di Kota Mayadin, Propinsi Deir Ezzor ini dilaporkan oleh kelompok HAM di Suriah Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada Senin (22/06/2015) seperti dirilis christianpost. “Rupanya mereka tertangkap ketika sedang makan,” kata pendiri SOHR, Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Selain karena motif ketahuan makan saat waktu berpuasa ini, ISIS juga sebelumnya telah melakukan serangkaian kejahatan serupa seperti pemenggalan dan penyaliban kepada anak-anak di daerah-daerah yang mereka kuasai. Hal ini mengundang reaksi keras dari Komite PBB yang mengurusi anak, The Committee on the Rights of the Child (CRC) yang juga memaparkan pelanggaran yang begitu mengerikan lainnya yang dilakukan oleh ISIS kepada hidup anak-anak didaerah mereka.

"Kami telah memiliki laporan mengenai anak-anak (di teritorial yang dikuasai ISIS), terutama anak-anak yang secara mental sedang disiapkan, untuk digunakan sebagai pembom bunuh diri, yang kemungkinan besar mereka tidak tahu atau bahkan memahami mengenai apa yang sedang mereka lakukan. Ada bukti video yang memperlihatkan anak-anak yang masih sangat muda, sekitar delapan tahun, dilatih menjadi seorang tentara," ujar seorang pakar komite Renate Winter.

Para gerombolan teroris yang ingin mendirikan negara dengan berlandaskan agama tertentu itu juga telah merilis beberapa video propaganda mengenai para anggota mereka yang tengah mengajar anak-anak muda yang dengan mengenakan seragam ISIS diajarkan menggunakan senjata dan juga ikut latihan militer. Selain itu terdapat juga video propaganda lainnya berdurasi 14 menit yang menunjukan anak-anak muda yang dilatih untuk melakukan serangan bunuh diri dan menyebut langkah mereka ini sebagai sebuah kehormatan besar.

‘Mengindoktrinasi abak-anak dengan fanatisme ISIS tidak hanya dapat menyebarkan fanatisme kepada populasi mereka namun juga menghasilkan generasi baru dari ISIS yang pada akhirnya akan bergabung dengan mereka menadi seorang teroris. Ini adalah cara mereka membangun kekhalifahannya,” ujar Steve Emerson, direktur Investigative Project on Terrorism.

Saat ini generasi muda sedang diserang oleh Narkoba, Dunia Kekerasan dan Seks Bebas. Ketiganya hanya dapat ditanggulangi melalui pengajaran yang penuh kasih dan perhatian dari segenap lingkungan keluarga dan orangtua. Pemaksaan kehendak melalui sikap otoriter sebuah lembaga, organisasi ataupun pergerakan hanya akan menyuburkan ketiga hal tersebut tanpa terkendali.




Sumber : Christian Post | Daniel Tanamal
Halaman :
1

Ikuti Kami