4 Keuntungan Memegang Uang Tunai Bagi Investor

4 Keuntungan Memegang Uang Tunai Bagi Investor

Puji Astuti Official Writer
7350

Mungkin hanya dibidang investasi yang memposisikan uang tunai menjadi sebuah kontradiksi, sebab bagi investor uang tunai bisa jadi raja namun juga penyebab kerugiaan. Kebutuhan memegang uang tunai tergantung kepada kemampuan investor untuk menanggung resiko dan juga kondisi ekonomi.

Menurut Charles Schwab, seorang pakar investasi menyatakan, "Tidak ada jawaban benar atau salah tentang berapa banyak uang tunai yang harus dipegang seorang investor sama sebagai investasi, itu adalah keputusan strategis." Pertanyaannya berapa banyak Anda harus tahan investasi Anda dalam bentuk uang tunai? Jawabannya adalah seberapa besar toleransi Anda terhadap resiko, target investasi dan kemungkinan yang menanti di depan. Itulah yang akan menentukan strategi investasi Anda.

Lalu, apa keuntungan memegang uang tunai?

1. Uang tunai adalah aset yang bernilai tinggi

Dalam dunia usaha saat ini, likuiditas menjadi salah satu primadona karena menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah usaha. Jadi uang tunai adalah aset usaha yang sangat penting dan bernilai tinggi. Dengan kondisi pasar yang tidak pasti, maka sangat bijaksana untuk menahan uang tunai untuk menjaga stabilitas jika tiba-tiba kondisi tak terduga terjadi di pasar saham.

2. Memegang uang tunai memberikan kedamaian psikologis

Jika Anda investor jangka panjang dan mengalami penurunan harga saham yang tajam, hal itu tentu terasa menyakitkan. Namun lebih menyakitkan jika Anda terpaksa harus menjual aset Anda karena butuh uang tunai.

Untuk itu memiliki simpanan uang tunai sangat penting bagi kondisi psikologis seorang investor. Terlebih saat kesempatan ada di depan mata, seperti ketika harga saham jatuh 20 hingga 30 persen, hal itu adalah kesempatan bagus untuk membeli saham unggulan. Bayangkan jika Anda tidak memegang uang tunai, bukankah hanya bisa gigit jari?

Keberadaan uang tunai sangat penting ketika kondisi pasar jatuh karena mengurangi keinginan untuk menjual portfolio yang sudah ada dan mengurangi resiko kerugian dengan memiliki kemampuan untuk membeli saham yang sedang murah-murahnya.

3. Uang tunai adalah jaring pengaman

Jika Anda punya kebutuhan mendesak, memiliki uang tunai akan memberikan rasa aman. Baik itu pengeluaran seperti kebutuhan sehari-hari atau hal tak terduga, adanya uang tunai membuat Anda tidak merasa terlalu tertekan. Kebanyakan penasihat keuangan menyarankan untuk memiliki dana tunai tak terduga untuk enam hingga satu tahun.

4. Uang tunai memberi keleluasaan untuk berinvestasi

Jatuhnya kondisi ekonomi bukan selalu musibah, namun juga bisa menjadi berkah jika Anda memilik dana tunai yang cukup besar, karena saat seperti itu adalah saat yang tepat untuk membeli saham-saham unggulan jika pada kondisi normal harganya sangat mahal. Namun jika kondisi sedang jatuh, istilahnya Anda mendapat diskon besar-besaran. Itulah yang membuat uang itu raja pada kondisi seperti ini.

Walau ada banyak keuntungan memegang uang tunai, namun tetap ada kerugian saat memegang uang tunai, salah satunya adalah kerugian karena inflasi yang terjadi. Selain itu uang tunai tidak dapat menghasilkan keuntungan, karena sekalipun bank memberikan bunga namun ada berbagai potongan administrasi. Namun kembali kepada pernyataan Charles Schwab, keberadaan uang tunai di tangan investor adalah tentang strategi investasi yang ia pilih, jadi pikirkan baik-baik berapa besar uang tunai yang ingin Anda pegang.

Sumber : USnews.com | WJS | Puji Astuti

Ikuti Kami