Paus Fransiskus Dorong Perdamaian Etnis dan Agama di Bosnia

Paus Fransiskus Dorong Perdamaian Etnis dan Agama di Bosnia

Lori Official Writer
2895
Dalam kunjungan pertamanya, setelah menggelar misa di Stadion kota Sarajevo, Sabtu (5/6), Paus tersentuh dengan cerita pengalaman warga yang disiksa para pejuang Arab saat perang etnis dan agama di Bosnia tahun 1992-1995 silam. Tak heran bila warga masih memiliki ingatkan kuat soal peristiwa yang menghancurkan Negara bekas Republik Yugoslavia itu. Kendati demikian, Paus Fransiskus mengingatkan agar warga tetap menciptakan perdamaian.

“Anda tahu benar ini karena kalian mengalaminya di sini: seberapa besar penderitaan, seberapa besar kehancuran, dan seberapa besar rasa sakit!” ucap Paus, seperti dilansir Cnn Indonesia, Minggu (7/6). Ia melanjutkan, “Ini adalah kenangan warga. Warga yang tidak memiliki ingatan, tidak memiliki masa depan. Jangan lupakan sejarah Anda tetapi bukan untuk membalas dendam, (tetapi) untuk menciptakan perdamaian”.

Meski tampak sangat emosional saat mendengar kesaksian biarawati dan pendeta yang turut menjadi korban siksaan semasa perang. Namun pemimpin gereja Katolik Roma pun menyemangati warga yang hadir dalam misa bahwa perang tak akan lagi terjadi di Bosnia. “Teriakan umat kembali membahana dari kota ini, teriakan pria dan wanita yang memiliki niat baik: tidak akan ada lagi perang,” ujar Paus sebagai dorongan umat Katolik yang hanya sekitar 15 persen dari populasi Bosnia untuk aktif berpartisipasi dalam proses perdamaian di Negara berbeda etnis dan agama itu.

Paus meminta agar mereka juga bisa bekerja sama untuk mewujudkan sebuah Negara yang penuh dengan damai, hidup penuh toleransi dan bekerja sama.

Seperti diketahui, perang Bosnia ini melibatkan kaum Serbia yang beragama Kristen Ortodoks dan kaum Bosnia beragama Islam, hingga akhirnya berbuntut pemisahan etnis besar-besaran.  Situasi semakin kacau ketika pada waktu bersamaan terjadi konflik Antara kaum Bosnia dengan kaum Kroasia. Penderitaan yang dialami warga pada saat itulah yang menimbulkan kebencian antar etnis dan agama di Bosnia. Dengan itu, Paus berharap agar Negara ini kembali lahir menjadi Negara yang dipenuhi dengan damai dan bukan teriakan kebencian antar sesama.

Jika Bosnia sudah melewati perang yang dilatarbelakangi oleh rasisme dan diskriminasi agama di masa lampau, maka Negara-negara lain di belahan dunia tengah berjuang dalam hal itu. Seperti halnya kaum Rohingya Myanmar, Nigeria, Malaysia dan bahkan Indonesia. Dengan seruan ini, kiranya kita sadar bahwa perdamaian itu lebih indah daripada perang yang hanya menimbulkan kehancuran.  

Sumber : Cnnindonesia.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami