PM Malaysia Jamin Negaranya Bebas Diskriminasi Agama

PM Malaysia Jamin Negaranya Bebas Diskriminasi Agama

Lori Official Writer
5217

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tuan Razak (Najib Rajak) menanggapi tentang demonstrasi yang terjadi belakangan ini terhadap umat Kristen. Ia menegaskan bahwa Malaysia sebenarnya adalah negara yang tidak mengenal istilah pendatang atau imigran. Sehingga persoalan itu dianggapnya sebagai cara untuk memecah belah dan memisah-misahkan masyarakat Malaysia yang multi rasial dan multi agama.

Konflik rasial dan agama, kata Najib, hanya akan terjadi bila paham ekstrimisme telah menggerogoti agama. “Saya seorang penganjur wastiyah atau moderasi dalam segala yang kami lakukan. Semua agama berkhotbah tentang moderasi tetapi ekstrimisme lah yang menciptakan konflik,” terang PM Najib saat menghadiri acara peluncuran Christian for Peace and Harmony Movement (CPHM) atau Gerakan Kristen untuk Perdamaian dan Harmoni di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (2/6).

Dengan itu dirinya mendukung visi CPHM sebagai lembaga yang berfokus pada tujuan perdamaian dan harmoni di tengah masyarakat Malaysia yang berbeda ras dan agama. Kehadirannya dalam acara peluncuran ini bahkan dianggap sebagai bentuk kepedulian dan komitmen PM Najib dalam menciptakan kesatuan bagi seluruh rakyat Malaysia.

Seperti diketahui, baru-baru ini telah terjadi demonstrasi dari partai Politik UMNO terhadap umat Kristiani Malaysia. Puluhan demonstran melakukan penurunan salib di Taman Medan, Petaling Jaya, Malaysia pada Minggu, 19 April 2015. Sehingga mengundang keresahan bagi umat Kristiani yang tinggal di negeri Jiran itu. Namun semoga dengan dukungan PM Najib, konflik rasial dan agama ini segera tuntas. 

Sumber : Satuharapan.com/BBC.co.uk/jawaban.com

Ikuti Kami