Waspada! Tekanan di Tempat Kerja Bisa Sebabkan Penyakit Mental

Waspada! Tekanan di Tempat Kerja Bisa Sebabkan Penyakit Mental

Puji Astuti Official Writer
6636

Hampir sebagian besar waktu kita habiskan di tempat kerja, antara 7 hingga 8 jam, belum lagi lama perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Jadi sadar atau tidak sadar, lingkungan kerja mempengaruhi kehidupan pribadi seseorang. Salah satunya adalah tekanan yang terjadi di tempat kerja, jika stres itu menjadi begitu berat, hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental sang karyawan.

Menurut portal ABC.net.au, masalah kesehatan mental yang dialami para pekerja di Australia berdampak kerugian ekonomi sebesar 20 milyar dolar per tahun karena produktifitas dan pastisipasi karyawan menurun. Bahkan  menurut laporan Badan Kesehatan Kanada di tahun 1999, satu dari tiga orang karyawan (atau 35.6% hingga 40% responden survei) dilaporkan mengalami konflik tingkat tinggi baik karena pekerjaan ataupun pribadi, sepertiga dilaporkan depresi tingkat tinggi, setengahnya merasakan stres dan seperempatnya merasa kelelahan yang berlebihan karena pekerjaan.

Menurut konsultan psikiater dan kepala Workplace Mental Health Research Group, Dr Sam Harvey menyatakan bahwa masalah kesehatan mental ditempat kerja bukanlah hal yang sederhana karena merupakan interaksi antara pribadi seseorang, kemampuannya untuk mengatasi sesuatu, daya tahan mereka dan juga pekerjaan itu sendiri.

"Banyak orang bekerja dalam kondisi stres dan mereka tidak bisa mengatasinya dengan baik. Baru saat ini kami melihat pada bagaimana kemampuannya mengatasi masalah dan daya tahan mereka," demikian jelas Dr.Harvey.

Hal apa saja yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan mental di tempat kerja?

Menurut Dr.Harvey masalah mental di tempat kerja bisa berasal dari masalah pribadi orang itu dan pekerjaan mereka, namun juga ada beberapa hal lain yang berkontribusi seperti :

- Masalah dalam hubungan dengan rekan kerja atau atasan

- Masalah organisasi atau sistem dan aturan di tempat kerja

- Masalah yang terjadi dalam kehidupan pribadinya

- Faktor individu seperti rentannya daya tahan mental seseorang dan kepribadiannya.

- Tuntutan pekerjaan yang terlalu tinggi dan orang itu memiliki kendali yang sendikit atas pekerjaannya.

- Kurangnya penghargaan yang sepadan atas hasil pekerjaannya

- Rasa tidak aman akibat kondisi perusahaan seperti pengurangan tenaga kerja atau alasan yang lainnya.

- Mengalami intimidasi (bullying) atau pelecehan dari rekan kerja atau atasan yang membuat mereka merasa tertekan dan trauma.

Bagaimana mengatasi tekanan di tempat kerja?

Mengambil tindakan sekecil apapun bisa berdampak dalam hidup Anda baik di pekerjaan maupun mencegah stres itu berkembang menjadi kondisi yang tidak sehat. Ingatlah bahwa Anda memegang kendali atas hidup Anda, buatlah langkah-langkah kecil ini :

- Buatlah kelompok pendukung, mereka adalah orang dekat yang peduli dan mengasihi Anda. Bisa keluarga, suami atau istri, sahabat, atau bahkan rekan kerja dan atasan.

- Buatlah prioritas apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab Anda, sehingga Anda bisa fokus dan produktif. Dari sana Anda juga bisa melihat apakah ada yang bisa didelegasikan atau ditunda pengerjaannya.

- Katakan tidak jika Anda sudah tidak sanggup menangani tambahan tuntutan pekerjaan lagi. Lakukan negosiasi dengan rekan kerja dan atasan Anda.

- Ambil waktu untuk berjalan dan mendapatkan udara segar beberapa kali dalam jam kerja, sehingga Anda tidak hanya duduk di belakang meja.

- Jika Anda sudah merasa kelebihan beban dan kelelahan, itu berarti Anda perlu mengambil waktu cuti dan liburan.

- Usahakan tidak membawa pulang pekerjaan.

- Jika Anda memerlukan masukan baik dari teman ataupun atasan, jangan takut atau ragu minta pendapat mereka.

- Pastikan Anda minum air putih yang cukup, makan makanan yang sehat dan memiliki waktu tidur yang cukup.

- Jika masalah sudah terlalu rumit libatkan managemen dalam hal ini Departemen Sumber Daya Manusia, baik Anda mengalami masalah dengan sesama karyawan atau pun ketidakpuasan dengan perusahaan.

- Jika Anda merasa sudah tidak mampu lagi bekerja disana dan tidak ada penyelesaian, maka langkah terakhir adalah mengundurkan diri.

Kondisi seberat apapun selalu ada jalan keluar, salah satu hal yang bisa memperkuat mental Anda dalam menghadapi tekanan adalah dengan membawa permasalahan Anda kepada Tuhan. Doa akan membawa pengharapan kembali masuk dalam hati Anda, penyerahan Anda kepada Sang Pengendali Kehidupan akan membawa Anda merasakan damai sejahtera kembali. Jadi apapun hasil akhirnya, baik Anda tetap bertahan di perusahaan itu atau pun pindah ke tempat kerja lain, dengan campur tangan Tuhan, semua itu akan mendatangkan kebaikan.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com | Puji Astuti

Ikuti Kami