Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Termasuk Gangguan Mental?

Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Termasuk Gangguan Mental?

Theresia Karo Karo Official Writer
5096
Menurut salah satu ensiklopedia bebas, gangguan mental diartikan sebagai pola psikologis atau perilaku yang dikaitkan dengan stres atau kelainan mental. Meskipun begitu, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak hanya dialami oleh mereka yang berbeban berat atau stres yang berlebihan.

Fakta mengungkapkan, bahwa sekitar 90 persen remaja yang memasuki usia 20-an, rentan terkena gangguan mental. Seorang postdoctoral di National Institute of Mental Health Johanna Jarcho, Ph.D, mengatakan bahwa ada potensi remaja mengalami gangguan mental. Pemicunya tidak lain adalah permasalahan cinta, sekolah, kuliah, kurang tidur, teman sepermainan, dan lain sebagainya.

Masa remaja adalah masa peralihan. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami gejolak-gejolak di masa tersebut. Karena bila tidak, para remaja akan mencari lingkungan yang bisa mendukung keinginannya. Yang dikhawatirkan menjadi awal ‘kejatuhan’ mereka dalam pengaruh negatif, seperti narkoba, alkohol, seks bebas, dan lain sebagainya. Perilaku inilah yang menunjukkan gangguan mental, karena mereka melakukan hal-hal di luar perkembangan normal manusia.

Sebuah studi menemukan, saat seseorang masuk usia remaja, otak akan berkembang lebih besar. Sehingga, para remaja mampu menangkap segala sesuatu untuk dikonversikan sebagai tindakan. Hal ini pulalah yang meningkatkan curiosity remaja, sehingga lebih mudah terpengaruhi secara tindakan sebagai bentuk respon yang diterima. Dalam kasus ini, pengaruh lingkungan sosial mengambil andil yang cukup besar.

Meskipun begitu, dilansir dari Vice, gangguan mental tidak selalu berhubungan dengan hal-hal negatif. Ada pula yang bersifat memulai kebiasaan yang tidak biasa.


Sumber : Merdeka/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami