Studi: Terlalu Kurus di Usia Paruh Baya Berisiko Demensia

Studi: Terlalu Kurus di Usia Paruh Baya Berisiko Demensia

Lori Official Writer
3492
<!-- endif]-->

Memiliki berat badan yang terlalu kurus di usia paruh baya, berkisar antara usia 40 – 60 tahun, akan sangat rentan dengan penurunan kondisi kesehatan. Tak hanya penurunan kemampuan tubuh, tetapi juga penurunan kemampuan otak.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang terlalu kurus di usia paruh baya, sangat rentan berisiko mengalami penurunan fungsional otak (pikun) atau disebut dengan demensia sekitar 34 persen yang akan berdampak 15 tahun kemudian dibanding laki-laki dan perempuan dengan berat badan yang seimbang.

Hasil studi yang diterbitkan secara online pada 10 April 2015 dalam Jurnal The Lancet Diabetes & Endokrinologi, menganalisis data dari hampir 2 juta responden laki-laki dan perempuan berusia 40 tahun ke atas. Studi ini dilakukan selama 20 tahun dan ditemukan bahwa sebanyak 46 ribu responden terdiagnosa demensia.

Serupa dengan hasil temuan itu, sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas di usia paruh baya bermanfaat untuk melindungi kesehatan otak. Mereka yang berusia 40 tahun ke atas sekitar 29 persen lebih rendah terkena demensia.

Namun hasil penelitian itu masih harus dikembangkan untuk mendapatkan alasan dan penjelasan yang lebih ilmiah. Sebab orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang cenderung berusia lebih pendek kemungkinan bisa terserang demensia.

Dengan itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana berat badan berisiko tinggi mengalami berbagai jenis serangan penyakit demensia, seperti Alzheimer, penyakit pembuluh darah dan penyakit Lewy.

Sumber : Livescience.com/jawaban.com/ls

Related Articles

Ikuti Kami