Minimnya Waktu Keluarga, Ganggu ‘Golden Age’ Anak

Parenting / 10 April 2015

Kalangan Sendiri

Minimnya Waktu Keluarga, Ganggu ‘Golden Age’ Anak

Theresia Karo Karo Official Writer
4609
Sebuah survei yang dilakukan Persatuan Guru dan Dosen, ATL, di Inggris mengungkapkan fakta, bahwa kebanyakan orang tua lebih mendahulukan pekerjaan di bandingkan anak-anak mereka. Hasil analisa ini rencananya masuk dalam topik pembahasan di konferensi ATL yang berlangsung di Manchester, Selasa mendatang (15/4).

Menurut para guru, dampaknya tidak dapat diabaikan begitu saja. Sepuluh jam yang dihabiskan anak-anak di sekolah atau tempat penitipan anak, menyebabkan mereka enggan untuk bersosialisasi, tertidur, dan tumbuh kembang juga dinilai lebih lambat dibandingkan dengan teman-temannya.

Dilansir dari BBC, survei ini dilakukan terhadap 1.300 guru. Hasilnya bila dibandingkan dengan keadaan 20 tahun lalu, sekitar 56 persen responden berpendapat bahwa waktu kebersamaan keluarga di Inggris semakin minim.

Menurut para guru, tekanan pekerjaan dan karir yang dihadapi para orang tua mengganggu ‘golden age’ anak-anak. Salah seorang guru sekolah dasar di wilayah Kent, Inggris Tenggara mengatakan, “Banyak orang tua yang melakukan perjalanan ke pusat kota London dengan jam kerja yang panjang.” Sehingga anak yang baru berusia empat tahun harus berada di sekolah mulai dari jam delapan pagi hingga jam enam malam.

“Anak-anak itu berjalan seperti hantu, tidak berbicara dengan orang lain, dan sering jatuh tertidur,  serta tidak mencapai kemajuan seperti teman-teman mereka,” paparnya. Dari survei tersebut para guru berpendapat bahwa minimnya waktu yang diberikan untuk keluarga, disebabkan karena dua faktor. Faktor pertama adalah karena pekerjaan, sebanyak 94 persen. Selanjutnya, merupakan teknologi dengan 92,5 persen.


Sumber : CnnIndonesia/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami