Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus memimpin misa Paskah yang pertama sejak terpilih pada 13 Maret lalu untuk menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Dalam pesan paskahnya Paus berharap konflik timur tengah segera berakhir.
"Kristus adalah damai kita dan kepadanya kita memohon damai untuk
seluruh dunia. Damai di Irak, agar setiap tindakan kekerasan berakhir dan di
atas semuanya untuk Suriah yang terkasih, untuk warganya yang tercabik-cabik
oleh konflik dan juga untuk banyak pengungsi yang menunggu pertolongan dan
penghiburan," kata Paus kepada puluhan ribu yang memadati Lapangan Santo
Petrus.
Paus juga membicarakan mengenai situasi di Afrika terutama di beberapa Negara yaitu Mali, Nigeria,
Republik Demokratik Kongo, dan Republik Afrika Tengah. "Damai di Asia, di
atas semuanya di Semenanjung Korea, semoga ketidaksepakatan diatasi dan semangat baru rekonsiliasi berkembang," tambah Paus.
Wartawan BBC di Roma, David Willey, melaporkan paus yang berusia 76 tahun ini sudah menetapkan pendekatan baru di Vatikan dengan upaya mencapai warga biasa, khususnya orang-orang yang menurutnya memerlukan penghiburan dan pertolongan. Dia juga mengejutkan sejumlah pastor yang bekerja di Vatikan karena makan di ruang makan bersama dengan pastor-pastor lainnya.
Dalam salah satu upacara menjelang Paskah, Paus Fransiskus membasuh kaki 12 tahanan anak dan remaja sebagai cerminan ketika Yesus membasuh kaki 12 muridnya sebelum Perjamuan Terakhir. Selain itu, paus menggunakan bahasa gaya percakapan dalam menyampaikan pesan-pesanya agar lebih mudah dimengerti.