Kisah Pembaca : Salah Jalan? Nope, I’m Determined by God

Kisah Pembaca : Salah Jalan? Nope, I’m Determined by God

Puji Astuti Official Writer
5270
“Nanti kalo udah gedemau jadi apa?” tanya ayah.
“Guruuu,Paa!! Aku mau jadi guruuu..” jawabku lantang.
“Guru?? Guru kan gajinya kecil.. kenapa gak jadi dokter aja? Jadi dokter enakloh, bisa sembuhin orang, gajinya gede.. hebat kalo kamu jadi dokter nanti..”
“emmm.. boleh juga sih pa, tapi dokter hewan! Hehee.. kalo jadi dokter hewan, aku mauuu!”
That was a conversation with my Dad long time ago, I still remember it happened when I was in elementary school, 3rd grade I guess..
Dulu aku sering kali di brain wash ayah tentang akan jadi apa aku kelak. Ayah mencoba untuk men’shape cita-cita yang ku inginkan saat aku besar nanti. Ia selalu bilang kalo menjadi seorang dokter adalah pekerjaan yang paling hebat dan keren. Untuk beberapa saat, aku setuju dengan semua yang ia coba masukkan ke dalam otakku, pada hal hobi dan hal yang paling kusukai saat itu adalah menggambar. Dan entah kenapa semakin aku beranjak dewasa aku tidak tertarik dengan profesi itu. Saat aku sudah berada di bangku SMP dan SMA, aku menemukan mimpiku yang lain. Aku ingin menjadi seorang diplomat dan bekerja di kedutaan besar.
Sangat disayangkan mimpi terbesarku tidak dapat terwujud, karena aku gagal untuk masuk jurusan HI di salah satu kampus favorite itu. Lucunya, pekerjaan yang justru aku geluti dan lakukan adalah cita-citaku dulu  yang sempat terlontar dari mulutku sewaktu aku kecil. Mimpi yang masih sangat murni dan polos kupikir. Ya, aku menjadi seorang guru. Latar belakang pendidikanku bukanlah edukasi, melainkan hospitality and tourism, aneh bukan? Ahh, bukankah hal itu sudah biasa terjadi pada anak jaman sekarang?! Mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusannya..
Hal ini tidak pernah kusangka sebelumnya. Aku tertawa dalam hati, tetapi tetap mengucap syukur karena aku percaya Tuhan tahu apa yang terbaik untukku. Sebelumnya aku telah beberapa kali apply untuk bekerja di luar negri, di sebuah hotel atau restaurant. Kalaupun aku gak bisa jadi diplomat yang penting tetap bisa keluar negri kupikir. Berkali-kali kucoba, tapi nihil dan selalu gagal. Saat itu aku merasa marah dan kecewa pada Tuhan.
“Kenapa sih Tuhan, aku gak pantes ya buat kerja di luar negri?”
Tetapi Tuhan baik, tidak lama setelah proses yang menyakitkan itu aku menyadari bahwa badanku tidak tahan dengan cuaca dingin. Badanku seringkali tiba-tiba menggigil, dan rasanya menusuk sampai ketulang. Dalam hatiku aku bersyukur pada Tuhan dan meminta maaf jika dulu aku pernah merasa kecewa karna aku tidak bisa kerja di luar negri. Tidak terbayang olehku bagaimana respond badanku nanti ketika harus menghadapi musim dingin dengan salju yang tebal, mungkin aku bisa mati kedinginan.  Melalui kejadian ini aku belajar bahwa Tuhan tahu diri kita sampai ke hal-hal yang paling kecil yang mungkin kita gak sadari atau belum kita ketahui. Bapa kita itu baik, Ia sudah mengenal kita bahkan sebelum kita lahir .
Setelah menjadi guru, hatiku masih sering kali merasa tidak damai walaupun sebenarnya  aku bisa menikmati pekerjaanku sebagai guru. Saat itu masih ada kebingungan antara untuk tetap bertahan menjadi guru atau kembali mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusanku. Aku mencoba lari beberapa kali.
Unfortunately, Tuhan sepertinya sangat saklek dengan apa yang harus kulakukan dalam hidupku. Berkali-kali aku mencoba hal yang lain, tapi selalu ada halangan dan ujungnya nihil. Dalam kondisi saat itu, beberapa kali aku dapat mendengar suara Tuhan dengan jelas. Ia berbicara melalui orang-orang disekitarku dan apapun yang dapat Ia pakai untuk menunjukkan jalanNya padaku.
Tetapi yang terjadi adalah aku terlalu bersandar pada pengertianku sendiri, dan aku menolak panggilan-panggilan itu. Mungkin Tuhan sedih karena aku selalu berkeras hati dan tidak mau melembutkan hatiku untuk mencoba menurut saja dan setia. Bersyukur karena aku punya Allah yang begitu luar biasa dan setia. Sekalipun aku dengan sikapku yang seperti ini, tapi Ia tidak pernah menyerah atasku. Untuk pertama kalinya dalam perjalanan hidupku setelah berkali-kali aku mencoba, Tuhan mengijinkanku untuk mencoba hal yang baru. Walaupun aku belum tahu kenapa Tuhan menempatkanku di tempat ini, tapi aku percaya semua yang datangnya dari Tuhan itu adalah baik dan tidak akan sia-sia. Aku masih mencoba untuk meraba-raba apa maksud Tuhan, dan bagaimana Tuhan akan pakai aku di tempat ini.    
Yang bisa kulakukan sekarang adalah melangkah dengan iman dan berserah sepenuhnya pada Tuhan, apapun yang boleh aku hadapi dan Tuhan ijinkan terjadi, itu semua adalah proses yang harus aku lewati. Aku sudah mulai bisa membaca apa maksud Tuhan, denganhal-hal yang boleh Tuhan ingatkan kembali untukku lakukan, hal-hal yang mungkin paling Tuhan rindukan dariku.
Sungguh Tuhan baik dan Ia mengenal kita melebih isi apapun. Percayalah sepenuhnya padaNya, serahkan segala rencana mu kepadaNya, dan biarkan Ia yang meluruskan jalanmu. Sekalipun engkau tidak tahu apa yang ada di hadapanmu kelak dan apa yang harus engkau hadapi, cukup percaya saja dan tetaplah melangkah dengan mengandalkan Tuhan.
God is good all the time, all the time God is good
Penulis : Grace Deviyani

Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan mengirimkan kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan mengirimkannya ke alamat email : [email protected]
Sumber : Grace Deviyani
Halaman :
1

Ikuti Kami