7 Mitos Keliru Seputar Makanan yang Anda Percaya

7 Mitos Keliru Seputar Makanan yang Anda Percaya

Lori Official Writer
3509
Banyak mitos-mitos keliru tentang gizi dan makanan yang selama ini sudah terlanjur Anda percayai. Padahal belum tentu dapat dipastikan kebenarannya. Dari itulah diperlukan kejelian untuk mempercayai informasi dari sumber-sumber terpercayai.  Beberapa mitos seputar makanan berikut akan kita bahas di sini:

#1 Makanan enak akan membuat Anda merasa lebih baik

Setelah menjalani hari yang berat dan penuh kelelahan, seringnya kita akan lari pada makan. Namun menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Health Psychology menemukan bahwa makanan enak tidak membuat kondisi Anda lebih baik.

Para peneliti menggelar uji coba yang melibatkan 100 orang dalam satu acara nonton film berdurasi 20 menit yang merangsang rasa sedih dan marah. Lalu keduanya dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang mengkonsumsi makanan yang mereka suka dan kelompok yang tidak makan sama sekali. Dari kedua kelompok ini ditemukan bahwa perubahan mood keduanya tidak jauh berbeda. Dari hal itu para peneliti menyimpulkan bahwa tidak perlu mengkonsumsi makanan untuk merasa lebih baik, sebab pikiran dapat mengalihkan mood itu sendiri.

#2 Butuh waktu tujuh tahun mengeluarkan permen karet yang tertelan dari usus

Ahli pencernaan  Roger Liddle dari Duke University School of Medicine menyampaikan kepada Scientific American, “Tidak ada (makanan) yang akan bertahan selama itu (tujuh tahun di usus), kecuali berukuran besar sehingga tidak dapat keluar dari perut atau terjebak dalam usus”.

Faktanya, sebagian besar permen karet dapat dicerna di dalam usus. Beberapa komponennya, seperti pemanis dapat melebur dan sisa permen akan keluar bersama sisa makanan tanpa hambatan.

#3 Seledri mengandung kalori negatif

Banyak orang yang percaya bahwa beberapa makanan, terutama seledri, mengandung kalori negatif, yang artinya bahwa tubuh Anda seharusnya menggunakan lebih banyak kalori daripada makanan itu sendiri.

Faktanya, Dr Tim Garvey, ketua departemen ilmu nutrisi dari University of Alabama, Birmingham, AS, mengatakan kepada BBC bahwa hanya dibutuhkan sesuatu seperti dua kalori untuk mencerna seledri. “Pada kenyataannya tidak ada makanan berkalori negatif,” tandas Garvey.

#4 Kaum vegetarian tidak mendapat asupan protein yang cukup

Salah satu pertanyaan yang kerap diajukan kepada vegetarian adalah bagaimana kaum vegetarian mendapatkan protein yang cukup jiak tidak mengkonsumsi daging? Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, rata-rata wanita membutuhkan 46 gram protein sehari dan pria membutuhkan 56 gram. Kebanyakan orang Amerika mengkonsumsi lebih dari jumlah yang diperlukan. Dan ada banyak sumber protein yang terdapat dalam sayuran.

Anda juga tidak perlu menggabungkan makanan nabati dalam satu kali makan untuk mendapatkan protein komplit. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai makanan selama sehari. “Penelitian menunjukkan bahwa berbagai makanan nabati yang dimakan selama sehari dapat memenuhi semua asam amino esensial,” tulis Journal of American Dietic Association.  

#5 Susu adalah asupan terbaik buat tulang

Banyak orang berpikir susu sangat penting untuk kesehatan tulang. Memang benar bahwa ada perlu memastikan bahwa Anda mendapatkan asupan kalsium untuk mencegah osteoporosis. Namun minum susu bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan hal itu. Bahkan, kale (sejenis sayuran, red) dalam setiap gramnya justru mengandung lebih banyak kalsium daripada susu, begitu pula dengan bayam. Secara umum, sayuran hijau, tahu dan buah kering adalah sumber kalsium yang cukup tinggi.

#6 Gula-gulaan membat anak-anak hiperaktif

Ada banyak alasan mengapa harus membatasi anak-anak untuk mengkonsumsi gula-gulaan. Salah satunya dipercayai karena gula dapat membuat anak-anak hiperaktif. Namun ternyata mitos tersebut tidak memiliki dasar yang benar. Untuk menguji kebenaran tersebut, para peneliti melakukan sebuah percobaan bagaimana gula-gula bereaksi dengan tingkah laku anak-anak. Peneliti membagi anak-anak menjadi dua kelompok, yakni yang mengkonsumsi gula-gulaan dan yang tidak sama sekali. Dari hasil penelitian, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara perilaku anak-anak yang mengkonsumsi gula-gulaan dan yang tidak.

#7 Daging merah tidak baik untuk kesehatan

Memang benar daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Namun jangan pikir bahwa hanya daging merah saja yang mengandung lemak jenuh, karena kenyataannya kandungan itu juga terdapat pada daging putih. Paha ayam, misalnya, diketahui ternyata mengandung lemak jenuh yang lebih tinggi dibanding seporsi daging sapi sirloin atau babi tenderloin. Jadi untuk meminimalisir hal itu, tidak perlu berhenti mengkonsumsi daging merah, cukup hanya dengan lebih jeli memilih daging sapi tanpa lemak untuk disantap.

Sumber : Buzzfeed.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami