Rencana Tuhan Dibalik Batalnya Perjalanan Penumpang Air Asia

Rencana Tuhan Dibalik Batalnya Perjalanan Penumpang Air Asia

Lori Official Writer
4086
Terlepas dari duka mendalam yang masih dirasakan oleh keluarga korban serta masyarakat Indonesia. Jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 tujuan Surabaya - Singapura pada Minggu, 28 Desember 2014 silam, bahkan menyiratkan sebuah kisah yang patut direnungkan.    

Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari insiden tragis itu. Seperti apa yang dialami oleh 10 calon penumpang Air Asia yang keberangkatannya terpaksa dialihkan karena mereka tidak menerima pemberitahuan bahwa pesawat yang seharusnya mereka tumpangi itu dimajukan waktu keberangkatannya. Mereka tidak segera menerima pemberitahuan tersebut karena sedang mengikuti kebaktian Natal di Gereja.

Seperti itulah yang dialami oleh Ari Putro Cahyono (33) dan keluarganya, salah satu calon penumpang Air Asia. Awalnya mereka mengaku marah dan jengkel saat harus berupaya menukar jadwal keberangkatan lain, dengan tawaran keberangkatan lewat Jakarta. Tentu hal ini tidak mudah bagi mereka, sebab akan lebih memakan waktu yang lebih lama karena mereka harus transit ke Jakarta terlebih dahulu.

Namun semua rasa tak mengenakkan itu seolah sirna seketika, saat mendengar informasi mengenai kecelakaan pesawat Air Asia. Akhirnya mereka kembali pulang tanpa mempedulikan semua hal untuk menikmati masa liburan, baik tiket, voucher hotel, pertunjukan, dan sebagainya. Mereka tiba-tiba shock dan pulang dengan satu perenungan panjang atas serangkaian peristiwa yang mereka hadapi.

Rasanya, mereka telah mendapatkan “the second chance”, kesempatan hidup yang kedua. Saat diperhadapkan dengan situasi atau persoalan sedemikian, kita mungkin akan marah dan geram kepada mereka yang melakukan kesalahan, atau bahkan (mungkin) mempersalahkan Tuhan atas apa yang kita alami. Tetapi sama seperti yang dialami oleh 10 penumpang yang menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi sebelumnya ternyata bagian dari rencana Tuhan yang tak terkira dan menjadi misteri.

Sekalipun begitu tidak mengenakkan dan menyiratkan duka mendalam bagi Indonesia. Namun bagi mereka yang masih diberi kesempatan kedua untuk hidup sepatutnya bersyukur dan belajar memberi respon positif terhadap segala hal dan peristiwa yang terjadi. Tetaplah bersyukur karena bisa jadi kesusahan yang kita alami merupakan berkat tersembunyi Sang Esa untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita.

Sumber : Intisari-online.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami