Masa Kecil Jonathan Hutabarat dan Dunia Copet

Masa Kecil Jonathan Hutabarat dan Dunia Copet

Tiurma Ida Purba Official Writer
5368
Pengalaman  masa kecil bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan ataupun terpuruk bagi setiap orang. Hal ini tergantung bagaimana orang tua mengajarkannya kepada anaknya. Jonathan Hutabarat sudah dibesarkan dalam keluarga yang sangat mendidiknya dengan keras. Ayahnya selalu memukulinya setiap kali Jonathan salah. Hal ini dilakukan agar anak-anaknya tumbuh menjadi dewasa dan mandiri.

Bermanja-manja seperti anak-anak lain tidak pernah dirasakan oleh Jonathan.

Jonathan tumbuh menjadi anak yang kurang akan kasih sayang. Baginya Tuhan itu tidak pernah ada dan tidak penuh kasih. Jonathan merasa tidak ada yang menyayanginya. Setelah dewasa Jonathan pergi merantau ke Jakarta. Di Jakarta dia sangat terpuruk karena ternyata ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri.

Karena susahnya mendapat pekerjaan, Jonathan memutuskan untuk menjadi pencopet. Jonathan percaya bahwa siapa yang kuat, siapa yang keras, maka dialah yang berkuasa. Dengan meyakini ini, maka Jonathan pun memutuskan untuk menjadi pencopet. Dalam melakukan aksinya, dia tidak pandang bulu untuk mencopet siapapun yang penting mendapatkan uang dan menjadi kaya adalah impiannya.

Namun, karena aksinya yang selalu meresahkan masyarakat akhirnya dia pun tertangkap dan berada di balik jeruji penjara. Masuk dalam penjara tak mengubah prinsipnya untuk mencopet. Sampai suatu ketika dia mencoba untuk lari dari penjara dan tertangkap lagi. Dia pun dipukuli oleh massa dan hampir mati. Sampai dia berkata dalam hatinya, apabila dia selamat dan diberikan kesempatan maka dia akan bertobat.

Dan Tuhan pun mendengarkan doa Jonathan, meskipun dia habis dipukuli namun nyawanya selamat. Jonathan mengingat kasih Tuhan yang begitu besar dia rasakan dalam penjara. Baginya Kasih Tuhan itu ada bagi orang berdosa dan Dia selalu memberikan kesempatan bagi orang yang mau bertobat.

Di dalam penjara Jonathan bertemu dengan seorang rohaniawan. Jonathan pun mendapatkan pengajaran pengenalan akan Kristus. Kini dia menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Jonathan tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekeluarnya dari penjara, namun dia percaya bahwa Tuhan akan menolongnya dan memiliki rencana indah dalam hidupnya.

Setelah masa hukumannya habis akhirnya Jonathan keluar dari penjara dan memperbaiki hidupnya. Ia menikah dan Tuhan memberikannya anak-anak yang luar biasa. Kini Jonathan sudah mengenal bahwa Yesus itu adalah seorang Bapa yang baik. Sampai pada akhirnya pun Jonathan memutuskan untuk melayani orang-orang yang bemasalah. Lewat panti rehabilitasi yang didirikan bersama isterinya maka Jonathan pun menceritakan dan membagikan Kasih Tuhan yang sudah dia alami lebih dulu.

Sumber : Jonathan Hutabarat

Ikuti Kami