Formappi: Demi Rakyat, KMP dan KIH Harus Dibubarkan

Formappi: Demi Rakyat, KMP dan KIH Harus Dibubarkan

Theresia Karo Karo Official Writer
2874
Memasuki penghujung tahun 2014, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) merilis catatan akhir tahun yang menyinggung kompetisi, perubahan, dan pembelahan politik. Catatan ini menyimpulkan kinerja DPR di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla semenjak dilantik, telah banyak mengabaikan kepentingan rakyat dan menunda rapat kerja parlemen.

Tommy Legowo, Peneliti Senior Formappi menjelaskan bahwa terdapat perpecahan yang cukup krusial antara dua kubu, yakni Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR. Belum lagi KMP yang mendominasi DPR menyebabkan KIH membentuk DPR tandingan. Perpecahan ini menyebabkan tugas negara menjadi terbengkalai.

Menurut Tommy, meskipun keduanya sudah menyelesaikan konflik namun hal ini baru tercapai menjelang akhir masa sidang. “Berarti tetap tidak menjalankan peran dan fungsi-fungsinya secara optimal," kata Tommy dalam konfrensi pers, di Kantor Formappi, Jakarta Timur, Jumat (19/12).

Tommy juga turut membandingkan kinerja DPR saat ini yang lebih buruk daripada DPR era Mantan Presiden Susilo Bambang Yudyoho. Dimana pada era tersebut, di sidang pertama sudah ada yang dikerjakan oleh parlemen. Berbeda dengan era Jokowi yang tidak produktif sama sekali.

Efek yang dibawa paska pilpres ini menyebabkan peran dan fungsi perwakilan rakyat menjadi terabaikan, sehingga berdampak negatif bagi rakyat Indonesia. “Jika koalisi pilpres dipertahankan permanen, dapat diperkirakan kinerja DPR akan diabdikan pada kepentingan koalisi daripada kepentingan konstituen (rakyat),” jelas Tommy.

Sehingga dengan ini, menurut Tommy akan sangat bijaksana bila koalisi pilpres dibubarkan. Sehingga dapat memberi peluang untuk fraksi-fraksi bekerja, menentukan dukungan atau menolak satu rancangan kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.

Sumber : Metrotvnews/Tempo.co by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami