Indonesia Akan Jadi Penentu Persaingan Ekopol Asia Pasifik

Indonesia Akan Jadi Penentu Persaingan Ekopol Asia Pasifik

daniel.tanamal Official Writer
2202

Pendiri dan chairman Grup Lippo Mochtar Riady menilai Indonesia akan menjadi faktor penentu persaingan kekuatan ekonomi dan politik di Asia Pasifik, karena kekayaan sumber daya alam, jumlah kelas menengah yang membesar dan juga luasnya wilayah laut yang membuat banyak negara akan membutuhkannya.

"Pada tahun 2000, saya meramalkan dunia akan memasuki Era Tiongkok. Ramalan ini kemudian terbukti. RRT mencuat sebagai raksasa Asian Pasifik di samping AS. Kini, kita memasuki Indonesia Century. Indonesia menjadi faktor penentu persaingan di kawasan Pasifik," katanya pada Natal Bersama Grup Lippo di Karawaci, Senin (8/12).

Mochtar menjelaskan bahwa Indonesia punya 4 faktor pendukung yang menjadi tiang dari hal tersebut. Pertama, jumlah kelas menengah terus meningkat. Saat ini, dari 250 juta penduduk, kelas menengah sekitar 100 juta. Jumlah kelas menengah yang besar ini merupakan pasar yang potensial yang menjadi incaran berbagai negara.

Kedua, Indonesia kini mendapatkan bonus demografi. Jumlah usia produktif, yakni penduduk berusia 17-65 tahun, sekitar 69% dari total penduduk. Pada saat yang sama, negara-negara maju mengalami masalah dengan penduduk usia lanjut, yakni mereka yang berusia di atas 65 tahun, kelompok usia yang tidak lagi produktif.

Ketiga, sumber daya alam Indonesia masih besar. Meski sudah banyak yang tergerus, sumber daya alam Indonesia yang belum tergarap masih besar. Potensi laut yang mendiminasi 70% wilayah Indonesia, belum tergarap dengan baik. Potensi lahan di Indonesia masih cukup kuat untuk mendukung kemajuan pertanian, perkebunan, dan peternakan di Indonesia.

Keempat, ketika negara lain sudah jenuh dengan pembangunan infrastruktur, di Indonesia justru baru mulai. Ketertinggalan di bidang infrastruktur tak hanya diihat sebagai kelemahan, melainkan juga kekuatan karena Indonesia akan membelanjakan dana besar untuk membangun. Para investor akan diajak untuk ikut membangun.

"Paling lama 20 tahun lagi, Indonesia akan menjadi negara hebat. Kita jangan minder," kata Mochtar. Ia optimistis melihat gerak langkah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Jika eksekusi demi eksekusi kebijakan dilakukan dengan cepat, laju pertumbuhan ekonomi bisa menembus 10% seperti yang pernah dicapai RRT.

Di wilayah Asia Pasifik, kata Mochtar, sudah muncul dua kekuatan ekonomi politik, yakni AS dan RRT. Ke depan, Indonesia juga bakal mencuat sebagai kekuatan ekonomi politik di kawasan ini karena posisinya yang berada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

 



<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> Halaman : 1

Ikuti Kami