Apa Tipe Kepribadian Seks Anda (2)

Apa Tipe Kepribadian Seks Anda (2)

Puji Astuti Official Writer
3887

Melanjutkan artikel "Apa Tipe Kepribadian Seks Anda?", bagian kedua ini akan membahas lima tipe libido selanjutnya versi Sandra Pertot. Kembali lagi seperti yang telah diungkapkan dalam artikel sebelumnya, setiap tipe memiliki sudut pandang yang unik tentang seks dan keintiman. Memahami ke 10 tipe libido ini akan membantu Anda untuk memahami diri sendiri pasangan Anda. Inilah lima tipe libido selanjutnya :

6. Reactive

Pola pikirnya : "Kepuasan seksual saya hanya datang dari menyenangkan pasangan saya."

Beberapa orang tipe reactive murni menikmati hubungan seks dengan menyenangkan atau memuaskan pasangannya, namun ada yang kebablasan hingga mengorbankan dirinya untuk membuat pasangannya tetap tertarik dengan dirinya. Kedua hal ini jauh berbeda.

Jika pasangan Anda tipe reactive, Anda perlu bersama-sama menyelami motivasi saat melakukan hubungan intim. Apakah dia benar-benar ingin menyenangkan Anda, atau dia menyenangkan Anda demi mencapai kepuasannya? Jika mengorbankan diri atau dia mencoba menjadi "martir" demi kepuasannya, maka Anda berdua perlu berdiskusi bahwa hubungan intim adalah untuk saling menyenangkan pasangannya. Jadi tidak ada istilah "martir" atau berkorban dalam sebuah hubungan.

7. Stressed

Pola pikirnya : "Meskipun saya merasakan dorongan seksual, saya menghindari seks karena takut tidak dapat memuaskan pasangan saya."

Tipe orang yang mengalami stres atau tertekan karena tingkat harapan yang terlalu tinggi dan juga kegelisahan, dapat membuat seseorang kesulitan untuk menyelaraskan antara kebutuhan dan keinginannya. Jika pasangan Anda mengalami stres, Anda harus berhati-hati agar tidak membuat dia merasa lebih tertekan lagi. Ciptakan suasana kerja tim dalam hubungan Anda, sehingga dia bisa mengerti bahwa bukan hanya dia yang bertanggung jawab dalam pernikahan Anda, baik secara komunikasi maupuan seksual.

8. Disinterested

Pola pikirnya : "Saya pikir tidak akan bermasalah bagi saya jika saya tidak pernah berhubungan seks lagi."

Jika tipe stressed menghindari seks karena tekanan dan ketakutan, tipe disintersted karena benar-benar tidak tertarik dengan seks. Beberapa dari tipe ini merasa baik-baik saja dengan kehidupan seksual bersama pasangannya, tetapi mereka tidak melakukan hubungan intim dari keinginan mereka sendiri. Dalam hal ini Sadra Pertot tidak menyatakan bahwa orang tipe ini sebagai tidak mau berhubungan seksual sama sekali, tetapi bisa juga memiliki kecenderungan kesana.

Jika dua tipe disinterested menjadi pasangan suami istri, bisa jadi hubungan bisa terjalin dengan baik karena prioritas mereka sama-sama bukan seks. Mereka tetap memiliki keterhubungan secara fisik seperti berpelukan, atau hanya menikmati waktu kebersamaan berdua. Namun jika hanya salah satu pasangan yang tipe "tidak tertarik" dengan seks, maka kondisinya bisa jadi lebih rumit.

Ada kemungkinan ketidaktertarikan seseorang kepada seks dikarenakan trauma masa lalu, hal ini bisa dibantu dengan terapi psikologis. Tetapi banyak kejadian penyebabnya bukanlah trauma, mereka hanya tidak memiliki gairah untuk hal itu. Untuk itu kedua belah pihak harus membuat keputusan bersama sambil menyadari bahwa hubungan intim atau seks penting bagi keberlangsungan hubungan dengan pasangan.

9. Detached

Pola pikir : "Saya tidak kuatir tentang seks; ada cara lain untuk meringankan hasrat seksual."

Berbeda dengan tipe sebelumnya yang kehilangan ketertarikan kepada hubungan intim, tipe detached atau menarik diri ini tiba-tiba mengalami perubahan pada gairah seksualnya. Jika hal ini dialami oleh pasangan Anda, coba cari tahu mulai kapan ia menarik diri. Apakah ada cara untuk membantunya membangkitkan kembali gairah seksualnya? Apakah ia bersedia menjalani evaluasi medis atau terapi? Kesediaannya akan sangat penting dalam pemulihan hubungan ini.

10. Compulsive

Pola pikir : "Saya mengalami kesulitan untuk merasakan gairah dan menikmati seks kecuali melibatkan benda atau situasi tertentu."

Tipe kompulsif ini memiliki keinginan dan fantasi tertentu yang dibawanya kedalam kehidupan seksual mereka. Beberapa tipe compulsive bisa bertenggang rasa dengan pasangannya dan tetap terhubung dengan pasangannya saat berhubungan intim, namun ada beberapa yang tenggelam dalam fantasi dan keinginannya.

Jika pasangan Anda tipe compulsive, bicarakan dengannya apakah Anda nyaman atau tidak dengan fantasinya. Bicarakan secara mendetail apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak, buatlah batasan bersama dimana kedua belah pihak bisa saling memahami dan menghormati pasangannya.

Sumber : http://vmtherapy.com

Ikuti Kami