7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Investor

7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Investor

Theresia Karo Karo Official Writer
3609
Investasi merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk menambah pundi-pundi uang. Hal ini dilakukan lewat penempatan dana pada suatu usaha atau surat berharga dengan harapan bahwa nilainya akan tumbuh dan kembali dengan memberikan keuntungan.

Indeks saham adalah salah satu investasi yang tidak dapat di prediksi. Bila sedang untung besar kita mungkin dapat langsung pensiun dini, kemungkinan lainnya justru kehilangan segalanya. Meskipun begitu, hal yang turut mempengaruhi adalah keputusan para investor sendiri.

Saat ini banyak sekali investor melakukan investasi yang tidak sesuai dengan prinsip dasar investasi. Dilansir dari CNN Money, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan investor dan menyebabkan dana investasi hangus.

Pasar Modal Bukan Pilihan
Bukan rahasia lagi bahwa investasi pasar modal berpeluang memberikan return yang cukup tinggi selama bertahun-tahun. Tetapi yang saat ini terjadi adalah banyak investor yang merasa takut untuk berinvestasi di pasar modal karena kejadian krisis yang membuat bursa saham meluncur bebas. Sehingga kebanyakan investor hanya akan melihat atraksi yang dilakukan oleh indeks dan memegang terlalu banyak uang tunai, dan melewatkan potensi baik dalam pasar modal.

Jebakan Aset Yang Berisiko
Berinvestasi di aset yang berisiko sering menjebak investor. Hal ini terjadi saat terlalu banyak dana yang ditempatkan pada instrument investasi surat utang jangka panjang dengan bunga menjulang. Padahal, surat hutang tersebut sama dengan sampah.

Investor dibutakan dengan nilai return yang besar dari surat utang. Tetapi tidak melihat risiko yang juga besar. Chris Philips seorang Senior Analis Vanguard memaparkan  bahwa saat ini kebanyakan investor menaruh dananya pada obligasi jangka panjang yang risikonya cukup besar, dibandingkan dengan instrument yang berisiko rendah.

Tidak Berpikir Panjang
Jebakan investasi yang satu ini sering terjadi saat investor terpaku pada apa yang terjadi pada tahun lalu atau bahkan pekan lalu. Sejatinya hal ini bukanlah landasan dalam berinvestasi. Sama seperti yang dilakukan oleh Warren Buffet, dirinya lebih memilih melakukan perdagangan jangka panjang dibandingkan perdagangan harian.

Mengabaikan Inflasi
Terjadi saat investor melupakan langkah pengetatan moneter yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika (The Federal Reserve). Risiko kenaikan inflasi ini muncul saat ada rencana kenaikan penyesuaian suku bunga oleh The Federal Reserve. Sehingga return yang diperoleh dari surat hutang pendapatan akan tergerus. Untuk menghadapi inflasi, saham adalah perlindungan terbaik.

Fokus pada Satu Investasi
Persiapkan diri anda bila terjadi suatu kerugian dengan menyebarkan instrument investasi. Tidak bijaksana bila anda hanya meletakkan investasi pada satu tempat saja. Saat anda memiliki beberapa, kerugian pada satu investasi dapat ditutupi dengan keuntungan dari instrumen investasi lainnya. Oleh sebab itu jangan fokus pada satu investasi, sebarlah investasi anda di beberapa instrument.

Menggunakan Dana Bulanan
Sangat dilarang untuk menginvestasikan dana pengeluaran rutin. Dana investasi sebaiknya diambil dari uang lebih atau sisa uang setelah dipakai untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan dan pembayaran tagihan. Sehingga saat terjadi kerugian dalam investasi, hal ini tidak turut mempengaruhi kehidupan sehari-hari anda.

Tidak Tahu Tujuan Investasi
Bila anda tidak tahu tujuan investasi yang sedang anda lakukan maka seseorang terkesan kurang serius. Karena bisa saja seseorang berinvestasi untuk sekedar ikut-ikutan atau sekedar menambah dana pendapatan dan menyebabkan investasi hanya dibiarkan saja tanpa pengawasan.

Saat memulainya tetapkan tujuan anda, sehingga anda akan lebih terpacu untuk mencapai cita-cita. Misalnya, investasi dengan tujuan memenuhi dana kuliah, beli mobil atau rumah, wisata atau bahkan pensiun dini.

Bila tujuan sudah tetap, selanjutnya tetapkan jangka waktu investasi, biasanya mulai dari jangka pendek (1-3 tahun), menengah (3-5 tahun), dan panjang (lebih dari 5 tahun). Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah rencanakan langkah dan tentukan besaran nilai uang yang disisihkan setiap bulannya. Terakhir, jangan lupa juga untuk membuat perlindungan terhadap investasi sehingga dana anda aman.

Meskipun begitu, kesalahan dalam investasi biasanya akan selalu terjadi tidak perduli dengan pengalaman anda berkecimpung di investasi. Penting untuk diingat bahwa investasi tidak selamanya akan menguntungkan, karena kesalahan dalam mengelola dapat terjadi pada siapa saja.

Sumber : Futuready/Liputan6.com by tk

Ikuti Kami