Benarkah Kepuasan Pernikahan Tercermin dari Perilaku Tidur?

Benarkah Kepuasan Pernikahan Tercermin dari Perilaku Tidur?

Theresia Karo Karo Official Writer
3922
Selama ini, menurut sebagian orang kepuasan dalam kehidupan rumah tangga tercermin dari bagaimana keduanya terlihat bahagia, hamonis, saling mendukung dalam memenuhi perannya sebagai pasangan suami istri dan lainnya. Tetapi tidak hanya itu saja, dilansir dari realsimple.com, terdapat sebuah studi dalam jurnal Sleep yang mengungkapkan bagaimana perilaku tidur bersama pasangan cukup berpengaruh terhadap kepuasan mereka terhadap rumah tangganya.

Penelitian yang melibatkan 46 pasangan ini menemukan, bahwa suami-istri yang tidur bersama dalam satu ranjang dan memiliki jam tidur yang sama ternyata merasakan kepuasan sebesar 75% dalam pernikahannya. Selain itu, studi ini juga menemukan kebiasaan-kebiasaan unik pasangan menikah dalam perilaku tidurnya.

Beberapa diantaranya adalah, bahwa lebih banyak pasangan menikah yang tidur dengan posisi yang saling memunggungi dibandingkan saling berhadapan satu sama lain. Selain itu ditemukan mereka yang tidur dengan jarak 30 inci menimbulkan rasa kurang intim dan kurang dekat dengan pasangan. Selanjutnya, ditemukan bahwa sekitar 94% pasangan yang tidur sambil menyentuh pasangannya, dilaporkan bahwa mereka puas dengan hubungannya.
 
Sebelumnya, studi perilaku tidur pada pasangan menikah juga pernah dilakukan pada bulan Juli 2013 oleh University of California. Penelitian mengungkapkan bahwa begadang tidak sekedar membuat lingkaran mata semakin menghitam, tetapi turut berperan dalam memicu konflik dalam rumah tangga. Para peneliti mengungkapkan bahwa begadang menyebabkan individu merasa gelisah, ketidakmampuan membaca emosi pasangan dan meningkatkan emosi negatif, inilah yang berpotensi memicu konflik pada pasangan menikah.

Bila mundur lagi ke tahun 2011, terdapat penelitian yang hampir serupa oleh National Institutes of Health. Studi ini menyebutkan bahwa istri yang menderita masalah tidur akan lebih mungkin memulai interaksi yang kurang baik dengan suami mereka pada pagi harinya. Dan uniknya, hal ini tidak terjadi pada kaum pria.

Penelitian di atas dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi pasangan menikah, bagaimana perilaku tidur berpengaruh dalam kehidupan rumah tangga. Disamping itu, untuk mencapai pernikahan bahagia, salah satunya adalah melalui kesehatan jasmani dan rohani. Beberapa studi menunjukkan bahwa perilaku tidur selain berpengaruh bagi kesehatan tubuh dan emosi pasangan menikah, ternyata faktor yang satu ini turut andil dalam mempengaruhi keharmonisan dalam rumah tangga. Apakah anda setuju dengan penemuan di atas?

Sumber : Vemale/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami