Say No to Osteoporosis! Jauhi Kebiasaan ini

Say No to Osteoporosis! Jauhi Kebiasaan ini

Lori Official Writer
2350
Osteoporosis adalah penyakit tulang keropos atau rapuh akibat penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang. Gejala penyakit tulang ini tidak menunjukkan tanda yang spesifik sehingga dikategorikan sebagai penyakit yang mematikan atau dikenal dengan istilah silent disease.

Seperti dikutip dari Dokita.co, data Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Kementerian Kesehatan RI, membuktikan bahwa dua dari lima orang Indonesia berisiko mengalami osteoporosis. Wanita berisiko tiga kali lebih tingi daripada laki-laki.

Faktor yang paling besar mengakibatkan keropos atau rapuh tulang adalah massa tulang atau kepadatan tulang yang semakin rendah karena asupan kalsium dan vitamin D. Namun ada pula faktor tak terelakkan yang menyebabkan seseorang kemungkinan besar mengalami penyakit ini, yakni faktor usia bagi kaum lansia, ras khususnya kulit putih keturunan Asia, riwayat keluarga yang terkena osteoporosis, bentuk tubuh kecil pria/wanita yang rentan serta fase menopause pada wanita.

Sedang faktor lain yang sangat berkontribusi merusak tulang adalah gaya hidup yang tidak baik sejak di usia muda. Kebiasaan buruk ini sepatutnya disadari sejak usia muda demi terhindar dari kemungkinan besar serangan osteoporosis.

Kelebihan konsumsi garam

National Osteoporosis Foundation, Amerika menyebutkan bahwa makanan yang mengandung banyak garam bisa menyebabkan kalsium dalam tubuh berkurang, sehingga kepadatan tulang turut berkurang. Solusinya, jaihu makanan yang mengandung garam lebih dari 20 persen, termasuk makanan kaleng, keripik kentang dan makanan beku.

Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok ternyata tak hanya berisiko pada paru-paru saja. SStudi terbaru menyebutkan bahwa asap rokok yang dihirup dan masuk ke dalam tubuh berisiko melemahkan tulang. Racun yang terkandung dalam asap rokok menyebabkan terhambatnya pembentukan tulang baru, sehingga pembentukan tulang menjadi tidak sempurna karena proses penyebaran protein pembentuk tulang baru dan penghancur tulang lama (osteoplast dan osteoclast) di dalam tulang turut terganggu.  

Minum alkohol

Alkohol adalah musuh kalsium karena berefek ganda pada kalsium, yakni alkohol menyebabkan kalsium tidak masuk pada tulang sehingga kalsium terbuang percuma dari tubuh. Peminum berat sangat berisiko menderita patah tulang karena tulang rapuh dan saraf yang rusak.  Namun kondisi ini dapat kembali normal bila secara total berhenti mengkonsumsi alkohol.

Kafein berlebihan

Sebuah studi tentang Osteoporosis menemukan, kondisi patah tulang pinggul sangat rentan menyerang wanita yang mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari tanpa dibarengi dengan asupan kalsium yang cukup dalam tubuh. Faktanya, kafein meningkatkan ekskresi kalsium dan membatasi penyerapan kalsium. Agar minum kopi Anda aman dan tak berisiko osteoporosis, maka cobalah mengkonsumsi asupan kalsium yang cukup untuk menyeimbangannya dengan secangkir kopi yang Anda serup, seperti menambahkan 1-2 sendok makan susu lemak ke dalam kopi akan jauh lebih seimbang.

Duduk terlalu lama

Seperti dilansir Okezone.com, specialis kedokteran olahraga, dr Grace Tumbelake, Sp.K.O menyatakan bahwa rutinitas yang menuntut duduk sepanjang hari bisa membuat seseorang berisiko osteoporosis. “Duduk selama sembilan jam bisa meningkatkan 50 persen orang terkena osteoporosis. Misalnya berangkat kerja naik kendaraan, pasti posisinya duduk apalagi kalau ditambah macet banget, itu berjam-jam kan. Kemudian ditambah sampai kantor duduk di depan layar monitor sampai sore atau malam. Saat kembali pulang juga seperti itu, duduk lagi. Padahal kondisi itu tak boleh dibiarkan,” ujar dr. Grace.

Solusinya, sempatkanlah melakukan peregangan atau bergerak setiap dua jam sekali, dan bisa dengan minum susu tinggi kalsium setiap hari.

Malas olahraga dan minum susu

Gaya hidup yang kurang olahraga akan mendorong hilangnya massa tulang. Sebaliknya, berolahraga secara teratur akan mengurangi laju kehilangan massa tulang. Sebagian besar patah tulang terjadi karena terjatuh. Namun resiko itu akan sangat kecil bila otot tubuh diseimbangkan dengan latihan otot setiap hari. Selain itu, konsumsi asupan kalsium seperti susu tinggi kalsium juga sangat berdampak baik menambah kepadatan tulang.

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com/ls

Ikuti Kami