Terbukti Doping, Malaysia Tolak Serahkan Medali Emas ke Indonesia

Nasional / 2 October 2014

Kalangan Sendiri

Terbukti Doping, Malaysia Tolak Serahkan Medali Emas ke Indonesia

Theresia Karo Karo Official Writer
3702
Ketua Kontingen Malaysia, Datuk Banyal Balagopal bersikukuh tidak akan mengembalikan medali emas cabang olahraga wushu Asian Games yang diperoleh atletnya pada 20 September 2014. Pasalnya, Tai Cheau Xuen atlet Malaysia dinyatakan positif menggunakan doping dalam perhelatan Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan.

“Kami biasanya mengetahui hasilnya segera setelah dibawa ke laboratorium. Pada hari ketika urin itu dibawa dari Tai, ada lima sampel yang ditempatkan bersamaan. Ada kemungkinan itu tertukar secara tidak sengaja. Mengapa kami harus mengembalikan medali emas ini?” jelas Datuk Banyal.

Alasan penolakannya ini adalah keraguan Datuk Banyal dibalik lamanya waktu (16 jam) pemeriksaan sampel urine atlet hingga menyimpulkan hasil. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan banding ke Sidang Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss.

Tai Cheau terbukti positif menggunakan stimulant terlarang setelah memenangi medali emas pertama untuk Malaysia. Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengungkapkan wanita 23 tahun ini terbukti mengkonsumsi sibutramine. Sejak terkuaknya kasus ini, keberadaan Tai Cheau menjadi simpang siur. Media Malaysia menyebutkan dia telah kembali ke negaranya, tetapi pihak lain mengatakan bahwa dia masih berada di Incheon.

Direktur Jenderal Lembaga Olah Raga Nasional, Ramlan Aziz menyatakan bahwa Tai tidak berbuat salah. “Saya meyakinkan Tai bahwa dia tidak berbuat salah. Dia membantah keras mengetahui membawa obat-obatan atau substansi-substansi illegal,” jelasnya.

Semisalnya medali dikembalikan maka medali emas ini akan menjadi milik atlet wushu Indonesia, Juwita Niza Wasni. Sebelumnya, dia berada di urutan kedua di nomor nanquan dan nandao. Selain itu, atlet wushu Indonesia lain, Ivana Ardelia Irmanto yang sebelumnya berada di urutan ke empat, akan memperoleh medali perunggu. Dan Medali perak menjadi milik Wei Hong, kontingen asal Tiongkok.
Sumber : Kompas/Liputan6.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami