Curhatan PDI-P yang Gagal Dapatkan Kursi Ketua DPR

Nasional / 2 October 2014

Curhatan PDI-P yang Gagal Dapatkan Kursi Ketua DPR

Lois Official Writer
2573
Pada Rabu (1/10/2014) kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakan pemilihan untuk struktur DPR yang baru. Sebagai pemenang, koalisi Joko Widodo - Jusuf Kalla berkemungkinan besar mendapatkan kursi ketua DPR. Namun nyatanya, hasil yang dicapai tidak seperti itu. Hal inilah yang dikomentari oleh Pramono Anung, politisi senior PDI-P.

"Ya mau bagaimana lagi? Pimpinannya begitu. Harusnya diatur tata aturan bersidang. Ini tidak ada aturan main," ujarnya setelah sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR di Gedung DPR Senayan, Kamis (2/10/2014) dini hari.
Menurut Pramono, sidang ini sudah diatur agar Koalisi Merah Putih bisa mengajukan paket di dalam sidang ini. Adapun koalisi Merah Putih terdiri dari banyak partai, sementara koalisi Jokowi-JK gagal melakukan paket karena hanya terdiri dari empat partai.

Paket yang dimaksud adalah dalam pimpinan tata tertib disebutkan calon ketua dan wakil ketua diusulkan oleh fraksi dalam satu paket calon pimpinan yang terdiri atas satu orang calon ketua dan empat orang calon wakil ketua dari fraksi yang berbeda. Paket tersebut dipilih secara musyawarah untuk mufakat. Jika tidak tercapai mufakat, paket akan dipilih berdasarkan pemungutan suara.

Koalisi Merah Putih bersama Demokrat mengajukan satu paket yang sama yaitu : Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto, Wakil Ketua dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua dari Fraksi Demokrat Agus Hermanto, Wakil Ketua dari Fraksi PKS Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan.
Koalisi Jokowi-JK secara otomatis gagal mengajukan paket karena hanya terdiri dari empat partai. Karena itu, dalam sidang tersebut PDI-P, PKB, Hanura, dan Nasdem melakukan walkout karena tidak menerima prosesi sidang paripurna.

Sumber : kompas.com by lois ho/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami