Ini Dampak Pilkada Langsung Dihapus Bagi Perekonomian Indonesia

Ini Dampak Pilkada Langsung Dihapus Bagi Perekonomian Indonesia

Lois Official Writer
18246
Penetapan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi tidak langsung peluangnya semakin besar terjadi. Sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945 yang lalu, hal ini dianggap sebagai kemunduran demokrasi di Indonesia. Para pelaku pasar juga kecewa atas keputusan tersebut dan tidak percaya lagi.
"Pengaruhnya bisa agak lama karena ini berdampak ke iklim investasi secara fundamental, bukan hanya temporer. Kemudian menunjukkan kemungkinan ke depan Joko Widodo akan sulit mengimplementasikan program-programnya," ujar pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianti.
Jika kepercayaan pelaku pasar tidak ada, maka bisa dipastikan bahwa pergerakan investasi di Indonesia akan melemah dan hal ini berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia.
Untuk menumbuhkan kembali kepercayaan pelaku pasar, Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, A Tony Prasetiantono punya solusinya. SBY dan Partai Demokrat harus membantu pemerintahan baru Jokowi dalam kebijakan untuk menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.
"Yakni melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November 2014 supaya bisa memberi ruang fiskal pada APBN tahun depan. Blunder Partai Demokrat kemarin (dengan melakukan walk out) memang mahal harganya, dan memerlukan kompensasi yang tidak murah oleh Partai Demokrat," ujarnya kemudian.
Selain dari segi ekonomi, dampak negatif lain juga bakal terjadi, menurut laporan jawapos.com. Beberapa di antaranya yaitu potensi meningkatnya politik uang (yang kemudian meningkatkan korupsi), terjadinya kongkalikong antara kepala daerah dan DPRD, hingga kans makin menyusutnya jumlah calon kepala daerah berkualitas yang bakal terpilih.
Sumber : jawapos.com-liputan6.com by lois ho/jawaban.com

Ikuti Kami