Belum Diblokir, Video ISIS Berpotensi Ancam Kebhinekaan Indonesia
Sumber: article.wn.com

Nasional / 4 August 2014

Kalangan Sendiri

Belum Diblokir, Video ISIS Berpotensi Ancam Kebhinekaan Indonesia

Theresia Karo Karo Official Writer
4486

Dua pekan lalu beredar video yang diunggah dengan nama akun Jihadology yang mengaku sebagai kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Video ini berisi ajakan bagi warga Indonesia yang beragama Islam untuk bergabung dengan gerakan yang dipimpin oleh Abu Bakar al Baghdadi ini. Hal ini meresahkan banyak pihak, meskipun begitu hingga saat ini belum ada pemblokiran yang dilakukan oleh Kominfo dengan alasan belum menerima pengaduan publik dan pihak terkait lainnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi kepada Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (2/8). Menurutnya, pemerintah jangan mengesampingkan masalah ini karena berpotensi mengancam kebhinekaan Indonesia.

Bukan tanpa alasan, Muradi mengungkapkan keprihatinannya akan praktek ISIS di Timur tengah dengan pendekatan kekerasan yang membawa nama agama. Oleh sebab itu pemerintah bersama instansi lain harus tegas membatasi ruang gerak ISIS di Indonesia. “Tentu saja pelibatan instansi lain jadi suatu kebutuhan serius di luar BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan Polri, misalnya TNI, BIN, Kemlu, Imigrasi dan sebagainya,” jelasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudyohono juga turut memantau perkembangan isu ISIS. Saat pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/8). Presiden berjanji akan melindungi warga Indonesia. Menurutnya, negara harus memiliki sikap terhadap ISIS sehingga tidak membingungkan masyarakat. SBY juga mengingatkan bahwa setiap negara memiliki sistem, undang-undang dan kebijakan masing-masing.

Sebelumnya, peringatan tegas telah dikeluarkan oleh BNPT. Warga Negara Indonesia yang bergabung ke ISIS akan terancam hukum pidana, dengan alasan ISIS diyakini oleh dunia sebagai teroris. Selain itu, status kewarganegaraannya bisa dicabut.

Melihat yang terjadi di Irak dan Suriah hingga saat ini tentu sangat memprihatinkan. Setiap orang memiliki hak untuk hidup dan merasakan kedamaian di negara yang didiaminya. Lebih baik pemerintah segera mengambil tindakan langsung untuk membatasi ruang gerak kelompok yang menggunakan kekerasan. Sedikit saja pemerintah lengah dan lambat merespon, ancaman aksi teror, kekerasan atas nama agama dan ancaman atas keberagaman Indonesia tidak lagi sekedar wacana.

 

Baca Juga:

7 Tips Detoksifikasi Tubuh Setelah Kalap Makan di Hari Raya

Bai Fangli, Tukang Becak Yang Menyekolahkan 300 Anak

Bagaimana Tanda-Tanda Pria Jatuh Cinta?

Butet Manurung Raih Penghargaan Nobel Versi Asia

Remain, Karya Royal Tailor Yang Berikan Warna Baru

 


Sumber : Kompas/Metrotvnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami