Butet Manurung Raih Penghargaan Nobel Versi Asia

Butet Manurung Raih Penghargaan Nobel Versi Asia

Theresia Karo Karo Official Writer
5103

Penghargaan Magsaysay kali menyasar wanita Indonesia yang sangat berjasa di dunia pendidikan terutama untuk suku pedalaman. Dia adalah Antropolog Saur Marlina Manurung (42) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Butet Manurung, karena telah berhasil mendirikan sekolah rimba.

Butet Manurung mendedikasikan hidupnya untuk melindungi dan memberdayakan warga pedalaman di hutan Bukit Duabelas, Jambi. Saat ini sekitar 10.000 anak dan orang dewasa anggota suku Anak Dalam telah merasakan dan memperoleh pendidikan berkat kegigihannya.

Mulai dari tahun 1999, Butet memilih untuk meninggalkan gemerlap kota menuju pedalaman Provinsi Jambi. Upayanya lantas bukan langsung diterima warga pedalaman, banyak yang menolak tawaran pendidikan baca tulisnya. Di sana dia juga harus berjalan kaki melewati hutan belantara untuk menawarkan pendidikan.

Penghargaan Magsaysay ini juga kerap disebut sebagai hadiah Nobel-nya Asia. Penghargaan ini diberikan bagi individu atau kelompok yang dianggap memberi perubahan terhadap komunitas masyarakat di sekitarnya. Butet dan para pemenang penghargaan Magsaysay lainnya akan menerima hadiah ini di Manila pada 31 Agustus mendatang.

Sebelumnya, wanita kelahiran Jakarta ini juga pernah menerima penghargaan “Man and Biospher” dari UNESCO dan LIPI pada 2001. Kemudian, menjadi salah satu pahlawan versi majalah Time pada 2004.

 

Baca Juga:

Iwan Sunito, Sukses Terobos Keterbatasannya Hingga Australia

Bagi Penyanyi Ini, Mudik Bukan Tradisi

Kisah Virly, Wanita Yang Hobby Menyakiti Lelaki

7 Langkah Mudah Memulai Bisnis Daur Ulang

Rion Paige 'The X-Factor', Kelainan Langka Bukan Halangan

Sumber : Kompas/Tribunnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami