Membangun Mezbah Rohani dalam Keluarga (Menyediakan Waktu untuk Ibadah Keluarga)

Membangun Mezbah Rohani dalam Keluarga (Menyediakan Waktu untuk Ibadah Keluarga)

Hevi Teri Official Writer
1882

Sekarang setelah kita tahu pentingnya jam ibadah keluarga, kita harus menyingkirkan semua rintangan yang menghalangi dan menyediakan waktu untuk mendekat kepada Tuhan. Kita harus memberikan prioritas utama pada ibadah keluarga. Kita tidak pernah boleh mengizinkan kegiatan sehari-hari memingit kita dari manfaat ibadah keluarga. Di tengah jadwal yang sibuk, kita harus menyediakan waktu untuk ibadah keluarga.

Mungkin kita memiliki gagasan keliru bahwa anak-anak kita terlalu sibuk dengan sekolah sehingga kita tidak mungkin bisa memiliki waktu untuk ibadah keluarga. Bahkan seandainya segalanya dikisarkan pada pelajaran anak-anak kita, itu tidak akan menjamin bahwa mereka akan berhasil di sekolah.

 "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga" (Mzm. 127:1)

Belakangan ini, kebaktian malam di gereja memiliki tingkat kehadiran yang lebih rendah. Jika, karena pekerjaan atau berbagai alasan lainnya, kita tidak bisa hadir di gereja pada jam kebaktian, menyediakan waktu yang tetap untuk ibadah keluarga menjadi semakin penting.

Kita tidak boleh membiarkan diri dijauhkan dari Tuhan karena alasan sibuk dengan perkara-perkara dunia. Pengabaian kehidupan rohani seperti ini dapat menyebabkan kita jatuh ke dalam jerat Iblis.

Kesimpulan :
Memimpin anak-anak melalui dunia yang kacau dan penuh dosa ini merupakan tanggung jawab setiap orangtua. Selain berdoa memohon perlindungan Tuhan, orangtua harus menguji diri sendiri untuk melihat apakah mereka mengajar dan mendidik anak-anak mereka. Cara yang paling mudah dilakukan untuk membangun iman anak-anak kita ialah dengan membangun mezbah rohani di dalam keluarga.

Ibadah keluarga dapat membantu orangtua dan anak bertumbuh bersama melalui penyembahan dan pendidikan agama keluarga. Agar pendidikan agama bisa efektif, keluarga harus memainkan peran yang aktif dan dominan.

Pendidikan agama di dalam keluarga merupakan usaha seumur hidup. Jika kita dapat membangun dan memelihara mezbah rohani di dalam keluarga, keluarga kita akan diberkati dan dipenuhi dengan keharuman Kristus.

"Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN" (Mzm. 128 :1 - 4)

 

Gereja Yesus Sejati Indonesia                          Selesai

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami