Orangtua dan Guru Sekolah Minggu sebagai kawan sekerja dalam proses pendidikan rohani anak dalam kon
Sumber: google

Pelayanan Anak / 19 July 2014

Kalangan Sendiri

Orangtua dan Guru Sekolah Minggu sebagai kawan sekerja dalam proses pendidikan rohani anak dalam kon

Hevi Teri Official Writer
1141

 

Mungkin Saudara tidak percaya dengan data tersebut. Tetapi setidaknya data tersebut  mengingatkan dan menggugah kesadaran kita untuk sedini mungkin memberikan perhatian akan pertumbuhan rohani anak – anak  dan anggota keluarga kita lainnya sebelum semuanya menjadi terlambat.

Banyak keluarga karena alasan praktis; seperti: letak rumah yang jauh dengan gereja dan atau ada Sekolah Minggu lain yang lebih dekat dengan lokasi rumah tinggal lebih memilih untuk tidak membawa anak-anaknya ke Sekolah Minggu di mana ia tercatat sebagai anggota jemaat. Untuk sebuah alasan praktis itu boleh-boleh saja.

Tetapi untuk alasan yang jauh lebih strategis yaitu kelanjutan keberadaan gereja kita di masa depan dan tersedianya sumber daya manusia muda yang kreatif dan dinamis di waktu yang akan datang hal tersebut perlu dipertimbangkan ulang. Bukankah keberadaan gereja kita di masa depan berrgantung pada generasi muda yang sekarang ini berada pada kategori usia anak, tunas-remaja, remaja dan pemuda.

Seringkali anak-anak  tidak mau bergereja di gereja orangtuanya karena ia merasa terasing di lingkungan gereja tersebut. Mereka tidak ‘familiar’ dengan gereja orangtuanya dan lebih merasa ‘enjoy’ di tempat lain.  Sebagai orangtua kita mempunyai panggilan untuk mendidik anak-anak kita mencintai gereja dan mempunyai rasa memiliki terhadap gereja di mana orangtuanya bergereja.

 

>>>>

oleh : Pdt. Jotje Hanri Karuh

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami