Begini Cara Setan Menggoda Kita di Zaman Sekarang

Begini Cara Setan Menggoda Kita di Zaman Sekarang

Yenny Kartika Official Writer
14436

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:1-4)

Segala sesuatu yang dicatat di dalam Injil mengenai kehidupan Yesus memiliki makna, bukan hanya bagi orang-orang yang hidup pada zaman-Nya tapi juga bagi kita yang hidup di masa sekarang. Dalam bacaan di atas kita melihat Yesus dibawa ke padang gurun oleh Roh. Yesus tahu waktu-Nya sudah tiba dan Dia harus bersiap-siap menghadapi cobaan. Oleh karena itu, Dia pergi ke padang gurun untuk berpuasa dan berdoa. Dia melakukannya selama 40 hari dan 40 malam. Kita kurang paham puasa seperti apa yang Yesus jalani saat itu, namun kita tahu dengan pasti bahwa di penghujung puasa tersebut Dia merasakan kelaparan yang amat sangat.

Kita tentu tahu bagaimana rasanya kelaparan. Kita pernah merasakan perut keroncongan dan kesakitan hanya karena sekali tidak makan siang. Kita juga tahu bahwa makanan—meskipun seadanya—dapat membantu menghilangkan rasa lapar. Dalam peristiwa yang Yesus alami, iblis menyuruh-Nya mengubah batu menjadi roti.

Di masa kini, kita pun digoda dengan ‘rasa lapar’—bukan hanya lapar akan makanan tetapi juga lapar akan hal-hal yang lebih sederhana maupun yang penuh sensasi. Selain berupa makanan, cobaan/godaan bisa datang berupa hawa nafsu seksual, obat-obatan terlarang, dan gaya hidup mewah. Demi meraih kesenangan instan, kita mengubah ‘keinginan’ menjadi ‘kebutuhan’. Bukankah terkadang kita tergoda untuk mengonsumsi sesuatu secara berlebihan, sehingga hal-hal yang seharusnya baik justru berubah menjadi ancaman bagi kita?

Tidak ada yang salah dengan keinginan: makanan, berbelanja, menonton acara kesukaan kita, dll. Yang salah adalah jika kita menjadikan hal-hal lahiriah tersebut sebagai sumber kebahagiaan dan membuat kita berpaling dari Tuhan. Karena hanya Tuhanlah sumber segala sumber, termasuk kebahagiaan yang abadi.

Menghadapi cobaan maupun godaan, kita bisa meresponinya dengan cara yang Yesus lakukan. Deklarasikan kepada Si Jahat bahwa hidup ini lebih dari hal-hal yang sementara dan terbatas. Dalam hidup ini ada sesuatu yang lebih besar karena kita diciptakan dari materi ilahi (nafas Allah)—dan Yesus, Sang Firman Hidup, adalah satu-satunya yang kita butuhkan, yang dapat memuaskan, bukan hanya sementara tapi untuk selama-lamanya.

Berdoalah senantiasa. Minta Tuhan mengirimkan Roh-Nya kepada Anda untuk memberikan kekuatan melawan hal-hal yang membuat kita berpaling dari-Nya. Percayalah bahwa merupakan kehendak Allah supaya Anda menang atas pencobaan dan bahwa Anda akan hidup bersama dengan Dia di surga selamanya. Itulah yang Dia inginkan, tapi masalahnya kita pun harus membuat keputusan untuk memilih. Kita sendiri harus melihat pentingnya berdoa dan berpuasa. Dan bersama dengan Roh Kudus kita dapat menang melawan serangan iblis. Teladanilah Yesus yang telah lebih dulu menang terhadap cobaan.

 

Sumber:

Dan Doyle

Sumber : Dan Doyle | Faith Hub | yk

Ikuti Kami