Kalah Taruhan Bola, Mahasiswa Bunuh Diri di Kampus

Kalah Taruhan Bola, Mahasiswa Bunuh Diri di Kampus

Theresia Karo Karo Official Writer
1673

Penggemar sepak bola tersebar diseluruh dunia, tidak terkecuali Tiongkok. Riuh kegembiraan mendukung tim idolanya terkadang juga dimanfaatkan untuk bertaruh dengan sejumlah uang. Bila menang pasti merasa senang yang berlipat ganda, selain tim kesayangan menang ditambah dengan uang taruhan dengan jumlah lumayan. Tetapi sebaliknya bila kalah, berujung pada depresi hingga melakukan aksi nekat untuk membayar utang taruhan.

Seperti yang terjadi pada mahasiswa Tiongkok yang bunuh diri karena kalah dalam taruhan. Menurut berita yang dilansir dari Times, seorang saksi mengatakan bahwa mahasiswa yang nekat ini dikenal dengan nama Lin. Dia melompat dari lantai tujuh gedung di kampusnya pada hari Senin (23/6).

“Saya mendengar dia berkata ‘jangan paksa aku, beri saya waktu dua hari lagi dan saya akan membayar uang itu’. Dia berbicara di telepon selama lebih dari 10 menit. Saya melihat dia menutup telepon dan berdiri dan kemudian tiba-tiba ia menghilang begitu saja,” jelasnya.

Lin sempat dibawa ke rumah sakit di Panyu, di selatan Provinsi Guangdong, tetapi nyawanya tidak bisa terselamatkan lagi. Mahasiswa ini diketahui kalah dalam taruhan beberapa pertandingan di Piala Dunia 2014, jumlahnya cukup fantastis, mencapai 20.000 Yuan (3.200 Dollar AS). Uang ini merupakan hasil pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Taruhan bola di Tiongkok merupakan hal yang dilegalkan, bahkan Pemerintah memiliki rumah judi Piala Dunia. Pendapatannya saat ini sudah mencapai 4 miliar Yuan, naik hampir dua kali lipat dibanding Piala Dunia 2010. Ajang taruhan yang awalnya hanya untuk kesenangan mampu membawa petaka hingga kehilangan nyawa. Ajang ini seharusnya dapat dilihat sebagai perjuangan, kerja sama tim, kebanggaan dan masih banyak sisi positif yang bisa dilihat dari Piala Dunia ini.

Taruhan bisa dianggap sebagai bagian dari judi. Sebagai pengikut Kristus tentu kita pernah mendengar, bahwa bahaya menimpa orang yang ingin kaya dalam waktu cepat. Hal ini tertuang dalam Amsal 28:20 dan 22. Ini merupakan peringatan, meskipun Alkitab tidak secara spesifik melarang perjudian, tetapi prinsip ini seharusnya dapat membuat pengikut Kristus enggan melakukannya.

 

Baca Juga:

Fitnah, Megawati Polisikan Oknum Penyebar Transkrip

Divock Origi, Sejarah Baru Piala Dunia

Iwan Fals: Waduh, Kasian Yang Gak Tahu

Terapi "Badut Tanpa Batas" Di Suriah

Indonesia VS Pakistan, Kompak "Buta" Kekuatan Lawan

 

Sumber : Analisadaily/Kompas.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami