Inilah 4 Kritik Ruhut Saat Belum Mendukung Jokowi

Inilah 4 Kritik Ruhut Saat Belum Mendukung Jokowi

Budhi Marpaung Official Writer
3416

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul akhirnya mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kepada wartawan Ruhut mengaku perubahan haluan dukungan darinya ini disebabkan karena Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengusung slogan “Indonesia Bangkit” yang ia nilai itu sebagai serangan kepada pemerintahan SBY-Boediono.

Sebelum mendukung Jokowi, Ruhut diketahui pernah mengeluarkan pernyataan-pernyataan pedas kepada mantan Wali Kota Solo tersebut. Berikut 4 kritik Ruhut kepada Jokowi ketika masih menjabat aktif Gubernur DKI Jakarta maupun maju sebagai capres-cawapres 20140-2019:

1. Tak Pantas, Tukang Mebel Jadi Presiden

Ketika berbagai lembaga survei menunjukkan hasil penelitian bahwa Jokowi adalah kandidat capres dengan elektabilitas Jokowi, Ruhut justru tidak habis pikir dengan apa yang diumumkan lembaga-lembaga survei tersebut.

"Masih ada yang jagoin? Hancur begitu. Itu survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir di mana-mana, sudah enggak pantas dia jadi presiden. Gimana, jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," ujar Ruhut, Minggu (19/5/2013).

2. Jokowi Belum Pantas Pimpin Indonesia

Tiga bulan setelah mengkritik elektabilitas Jokowi di berbagai lembaga survei, pada Agustus 2013, Ruhut kembali mengeluarkan kata-kata pedas terkait hasil survei Kompas Juni 2013 yang menempatkan popularitas Jokowi lebih tinggi daripada Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, dan Megawati Soekarnoputri, bahkan beberapa nama yang ikut dalam Konvensi Capres Partai Demokrat.

"Orang itu jika presiden jadi apa? Ini kan ada orang yang mendorong Jokowi jadi ‘media darling’ (pencitraan), orang-orang yang menginginkan negara ini hancur," tutur Ruhut, seperti dikutip Tribunnews.com, Selasa (27/8/2013).

3. Jakarta Banjir, "Blusukan" Jokowi Sia-sia

Banjir yang masih melanda Jakarta adalah bukti bahwa blusukan Jokowi sia-sia. Demikian pernyataan Ruhut pada Januari 2014. 

"Terbukti blusukan-nya percuma, satu tahun, gimana mau mengurus Indonesia kalau mau mengurus Jakarta saja tidak bisa?" kata Ruhut sebagaimana dikutip Warta Kota, Senin (13/1/2014). 

4. Jokowi Presiden, tetapi Jadi RI-4, Bukan RI-1

Pasca Jokowi mengumumkan dirinya dan Jusuf Kalla maju sebagai capres-cawapres dari PDI-Perjuangan, Ruhut mengeluarkan komentar yang keras. Ia mengatakan anggapan bahwa jika Jokowi menjadi presiden, maka dia tak akan menjadi RI-1 yang sesungguhnya ada benarnya. 

"JK kan kadang-kadang juga jadi the real president. RI-1 bisa Bu Mega, bisa JK. RI-3 kan ada Puan, Bos. Ada yang bilang Jokowi RI-4. Aku bilang biar sama nomor urut PDI-P," tandas Ruhut.

Sementara itu, tindakan Ruhut mendukung Jokowi-JK mendapat kecaman dari petinggi Partai Demokrat. Seperti diutarakan Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Ruhut telah berjalan berlainan arah dengan pandangan partai sehingga disarankan ia mundur dari jabatannya kini.

 

Baca juga: 

Putri Presiden Soekarno Yakin Jokowi-JK Menang Mutlak

Pentingnya Saat Teduh

Inilah Asal Muasal Jokowi

Thread Forum JC: Nobar Piala Dunia 2014

Chord Lagu Pekan Ini : Bersama-Mu

Sumber : kompas.com, jawaban.com / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami