Keluarga Korban MH370 Asal China Tuntut Bukti dari Malaysia

Nasional / 30 March 2014

Kalangan Sendiri

Keluarga Korban MH370 Asal China Tuntut Bukti dari Malaysia

Yenny Kartika Official Writer
3397

Warga China yang kerabatnya menjadi korban dalam tragedi pesawat Malaysia Airlines MH370 menuntut pemerintah Malaysia agar menunjukkan bukti yang jelas.

“Kami menginginkan bukti, kebenaran, dan keluarga kami,” kata Jiang Hui, perwakilan keluarga-keluarga yang ditunjuk, dalam konferensi pers di sebuah hotel di Kuala Lumpur, Minggu (30/3).

Jiang mengatakan pihaknya meminta agar Malaysia menyediakan bukti komprehensif dan jawaban-jawaban dari setiap pertanyaan mereka secara tepat waktu. Mereka juga ingin Malaysia meminta maaf karena telah mengeluarkan pernyataan membingungkan dan telah mengatakan bahwa pesawat hancur tanpa bukti langsung pada 24 Maret lalu.

Semenjak pesawat MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing menghilang 8 Maret lalu, para keluarga asal China ini menuduh pemerintah Malaysia menyembunyikan dan menaha-nahan informasi.

Dari 239 penumpang yang terdapat di pesawat naas tersebut, 154 di antaranya adalah warga China.

Sabtu (29/3) di Beijing, beberapa kerabat mengungkapkan kesedihan mereka dengan turun ke jalan. Wen Wancheng yang kehilangan putra satu-satunya dalam pesawat tersebut berteriak, “Mereka (penumpang) masih hidup, putraku dan setiap orang di pesawat itu! Pesawatnya juga masih ada! Mereka menyembunyikannya!”

Pekan lalu, keluarga korban menerima kabar bahwa semua penumpang tewas. Namun Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan dirinya tidak akan menutup pintu pengharapan bahwa mungkin saja ada korban selamat, demikian ungkapnya kepada reporter, Sabtu.

Kepada Hussein, keluarga China meminta usaha pencarian pesawat dilipatgandakan.

“Apa yang mereka inginkan adalah komitmen kami untuk melanjutkan pencarian, dan itulah yang telah saya berikan,” kata Hussein kepada reporter. “Bagi saya, dalam tanggung jawab sebagai menteri, ini adalah momen tersulit dalam hidup saya saat ini.”

“Mujizat sungguh terjadi, meski sedikit atau bagaimanapun, dan itulah harapan yang keluarga itu ingin saya sampaikan—bukan hanya kepada pemerintah Malaysia, MAS (Malaysia Airlines), tetapi juga kepada seluruh dunia,” lanjut Hussein.

“Sejarah akan mencatat kami sebagai sebuah negara yang telah bertanggungjawab,” katanya.

Sumber : CNN/yk
Halaman :
1

Ikuti Kami