Inilah Foto dan Nilai Kuliah Adam Lanza, si Penembak Sandy Hook

Nasional / 4 April 2013

Inilah Foto dan Nilai Kuliah Adam Lanza, si Penembak Sandy Hook

Yenny Kartika Official Writer
4657

Sebuah foto baru Adam Lanza, pelaku penembakan massal di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, Desember tahun lalu, muncul ke publik. Foto tersebut berasal dari kartu ID (identitas) mahasiswa yang menampilkan Adam dengan mata membelalak lebar seperti ketakutan.

Kartu identitas siswa tak bertanggal ini menunjukkan foto Adam Lanza. Foto berasal dari Western Connecticut State University.

Foto tersebut merupakan bagian dari catatan akademik Adam dari tempat ia berkuliah di tahun 2008-2009, Western Connecticut State University.

Terdapat sejumlah cerita menarik sehubungan dengan status Adam sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Adam menolak menyebutkan jenis kelaminnya saat ia mengikuti tes penempatan pada Mei 2008.

Meskipun ibunya—yang tewas ditembak oleh Adam sebelum ia membantai Sandy Hook—sering mengatakan bahwa putranya ini menderita penyakit Asperger (salah satu autisme tipe rendah), Adam menyangkalinya.

Saat melakukan tes, Adam baru berusia 16 tahun, namun ia mampu meraih nilai tinggi—yakni 90 dari total skor 100. Catatan tersebut juga mencantumkan bahwa ia terdaftar dalam mata kuliah pra-kalkulus, namun tidak diketahui apakah ia mengikutinya atau tidak.

Adam mengikuti 3 kursus sains komputer—dua di antaranya ia raih dengan nilai A dan A-minus. Mata kuliah “Sejarah Amerika” diselesaikannya dengan nilai A-minus.

Sementara itu, pada mata kuliah “Pengantar Teori Etika”, Adam mendapat C.

Saat ia menembak 20 siswa dan 6 staff di Sandy Hook pada 14 Desember 2012, Adam sudah mengundurkan diri dari Western Connecticut dan tidak sedang terdaftar sebagai siswa di sekolah manapun. Saat itu, Adam berumur 20 tahun. Sebelum melakukan aksi brutalnya, Adam terlebih dahulu menembak Nancy, ibu kandungnya. Dalam insiden tersebut, Adam juga menembak mati dirinya.

Adam Lanza dikenal memiliki masalah emosional. Salah satu keanehan Adam adalah ia tidak pernah menatap mata lawan bicaranya. Richard Novia, mantan penasihat sekolah tempat Adam pernah belajar bahkan menyatakan Adam sudah mati rasa. Beberapa sumber menyebutkan Adam berubah menjadi penyendiri setelah orang tuanya bercerai di tahun 2009.

Dari hasil akademiknya, tersirat bahwa Adam termasuk anak yang cerdas. Namun, rupanya logika yang ‘normal’ tidak berarti apa-apa jika tidak disertai dengan jiwa yang sehat. Hikmat dan akal budi itu penting, tetapi hati juga perlu dijaga.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Sumber : NBCNEWS | DAILY MAIL | YK
Halaman :
1

Ikuti Kami