Bagaimana Kita Bisa Jadi Batu Karang yang Teguh?

Bagaimana Kita Bisa Jadi Batu Karang yang Teguh?

Lois Official Writer
14685

Ada banyak orang sehat, namun ternyata di dalamnya penyakitan. Tubuhnya boleh sehat, tetapi jiwanya sakit ataupun rohnya sakit. Kalau tubuh kita kurang sehat, bisa pergi ke dokter. Jika jiwa kita kurang sehat, bisa datang ke psikiater. Jika roh kita tidak sehat, seringkali kita malah tidak sadar. Jika kita tidak sehat, kita akan jadi troublemaker.

[kamus]Matiu16:15-19[/kamus] menuliskan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya tentang siapakah Yesus menurut mereka. Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias. Petrus atau Petra atau Petros dalam bahasa Ibrani berarti batu karang. Karena itu, selanjutnya Yesus mengatakan, “Dari batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Gereja adalah batu karang, gereja adalah kita. Musuh iblis adalah gereja. Pendeta adalah pimpinan agama yang paling banyak dibunuh. Gereja adalah gedung rohani yang paling banyak dibakar, Alkitab adalah kitab rohani yang paling banyak dihancurkan tapi pekerjaan Tuhan masih terus berjalan sampai sekarang. Itu karena iblis paling benci gereja.

Kenapa? Karena gereja, satu-satunya yang mengajarkan bahwa lawanlah si iblis maka dia akan lari daripadamu. Di setiap agama, pasti ada unsur sesajen. Sesajen ini seperti suatu cara perdamaian untuk setan. Namun, kita tidak berkompromi. Setan itu ada di bawah kaki orang yang percaya.

Lantas, untuk apa gereja ada? Ada empat fungsi yang berkaitan dengan gereja.

1. Tempat persembunyian orang dalam kesesakan

Artinya gereja adalah tempat orang susah, orang susah datang ke gereja. Yesus berkata “Marilah kepada-Ku orang yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Karena kita adalah gereja, jadi ketika ada orang susah yang mencari kita, kita jangan menolak. Kita ada untuk menjadi berkat.

Namun ketika kita datang ke gedung gereja, kita datang dengan hati yang ingin datang dan duduk dekat dengan Tuhan. Karena dekat dengan Tuhan, jiwa kita bisa tenang.

2. Tempat belajar bagi orang percaya

Datang ke gereja bisa untuk memuji Tuhan, untuk mendapat mujizat, untuk dapat bersukacita namun yang lebih terutama untuk belajar. Dari kita tidak bisa mengampuni, kita jadi bisa mengampuni. Dari kita tadinya kalah sama setan, kita menang atas setan, itu yang saya bilang belajar. Bukannya tetap berzinah, melakukan seks sebelum menikah, menjadi simpanan orang lain. Alkitab berkata orang lain melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga. Makanya Alkitab juga berkata, jika garam sudah tidak asin dia akan dibuang dan diinjak-injak orang. Artinya orang harus belajar sesuatu, minimal belajar sukacita, bersabar atau kekuatan

3. Tempat orang frustasi, sakit mendapat kekuatan

Gereja adalah tempat untuk menangis. Artinya apa? Kita datang dengan segala tekanan dan beban berat, kita menangis di bawah kaki Tuhan dan kita tahu ada mujizat dalam Yesus. Kita berdosa, kita tahu kita bersalah dan kita menangis, kita menangis di bawah kaki Tuhan. Karena ada ayat yang berkata, ”Air mataku tidak Kau pandang hina ya Allah.” Air mata ditampung di dalam kirbat-Mu dan orang yang menangis akan bersorak sorai karena Allah.

Gereja adalah tempat untuk tertawa. Artinya apa? Ketika kita berbeban berat, kita datang ke gereja dan Tuhan akan memberikan sukacita kepada kita.

Gereja adalah tempat setiap orang merasakan Tuhan. Karena gereja adalah tempat kita mengalami demonstrasi kuasa Allah.

4. Gereja adalah tempat setiap orang dirubah menjadi warga kerajaan Allah

Dulu kita merupakan orang yang tidak benar, orang yang munafik, orang yang sombong tapi kemudian kita diubahkan. Karena itu, setan sangat benci gereja. Kalau tidak dibakar, gereja ada juga dijual.

Lewat hidup kita, orang lain pun harus diubahkan. Tapi bagaimana orang lain bisa berubah kalau kita sendiri belum berubah. Karena itu, gereja harus kuat dan terhindar dari penyakit rohani. Lantas apa saja penyakit rohani itu? Bagaimana cara mengobatinya? Nantikan bahasan berikutnya.

Sumber : youtube.com by lois horiyanti/jawaban.com

Ikuti Kami