Indra Lim: Kita Dipanggil untuk Mentransformasi Kota dan Bangsa

Indra Lim: Kita Dipanggil untuk Mentransformasi Kota dan Bangsa

Yenny Kartika Official Writer
5459

IGNITE 13 Conference yang akan digelar pada 24-26 Mei 2013 dilatarbelakangi oleh kerinduan generasi muda untuk bangkit dan mentransformasi bangsa Indonesia. Demikianlah salah satu pesan yang disampaikan oleh Ps. Indra Lim, salah satu pembicara di IGNITE 13 Conference, kepada Jawaban.com dalam sesi wawancara (30/4).

Jawaban.com (JC) : Apa ekspektasi atau harapan Anda dari penyelenggaraan IGNITE 13 Conference?

Indra Lim (IL) : Kami ingin melihat orang-orang mengalami encounter (perjumpaan dengan Tuhan), kemudian konferensi ini dapat meng-equip (memperlengkapi) mereka, dan selanjutnya kami dapat send mereka (kembali ke gereja lokal masing-masing dan membuat suatu pengaruh yang baru). Kami mengharapkan, setelah mengikuti konferensi ini para peserta kembali dengan api, insight, dan ide-ide baru yang mereka dapatkan dari Ps. Carl Lentz dan Ps. Kevin Loo (dua pembicara lainnya –red.)

Fokus kami adalah gereja-gereja lokal. Kami berharap ada banyak delegasi yang dikirimkan oleh setiap gereja lokal, termasuk dari gereja kami sendiri (The Cause Jakarta –red.). Kami ingin melihat adanya pertumbuhan yang signifikan di gereja-gereja lokal setelah penyelenggaraan acara ini.

JC: Dari video IGNITE 13 Conference yang kami saksikan, salah satu latar belakang mengapa acara ini dibuat adalah begitu banyaknya permasalahan yang terjadi di ibukota Indonesia. Menurut Anda, solusi apa yang dapat kita kerjakan setelah mengikuti konferensi ini?

IL: Permasalahan Jakarta mencakup berbagai segi, seperti fase sosial, dan lain-lainnya. Namun kami mau berfokus pada segi spiritual (kerohanian), karena kami benar-benar percaya bahwa ketika orang-orang bangkit dalam kerohanian mereka, mereka bisa menjadi jawaban bagi gereja lokal, komunitas sekitar, dan kemudian bagi bangsa ini.

Mengenai wujud solusi yang dapat mereka lakukan, kami percaya bahwa peran kami adalah meng-ignite (menyalakan) api baru sehingga peserta tahu bahwa mereka dipanggil untuk melakukan suatu perubahan. Dari situ, saya percaya akan ada hikmat-hikmat tertentu yang mereka bisa salurkan dan tuangkan untuk kemudian dipakai memecahkan masalah di kota Jakarta dan negeri ini.

JC: Kita melihat bahwa orang Kristen di Jakarta jumlahnya tidaklah sedikit, namun mengapa kekristenan tampaknya belum memberi pengaruh yang signifikan bagi kemajuan ibukota Indonesia?

IL: Banyak anak Tuhan yang mungkin belum memiliki kesadaran bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk diri kita, melainkan juga untuk mengubahkan kota dan bangsa kita. Dengan diadakannya IGNITE 13 Conference, kami juga berharap agar kesadaran itu muncul atau menyala kembali.

Untuk mengubah kota dan bangsa ini, saya percaya tidak hanya aspek sosial saja yang perlu dibangun, namun juga aspek spiritual. Mereka harus membagikan nama Yesus kepada orang lain. Tanpa Yesus, tidak akan ada perubahan.

JC: Menurut Anda, apa yang seharusnya orang Kristen lakukan?

IL: Kita harus membuat nama Yesus semakin tenar, mengubahkan hidup banyak orang melalui Injil, dan memberikan pengharapan bagi orang-orang yang tak berpengharapan. Banyak orang yang tidak miskin secara material namun miskin secara emosional, seperti para pekerja yang stress, misalnya—kepada merekalah kita bisa memberi pengharapan melalui Injil yang disampaikan dengan cara-cara tertentu.

Saya rasa ada 1.001 cara untuk menuangkannya, namun yang paling penting, kesemuanya harus diawali dari hati dan mindset bahwa kita ada untuk mentransformasi hidup orang-orang di sekitar kita.

JC: Apa alasan pemilihan pembicara (Ps. Carl Lentz dari Hillsong New York City, AS dan Ps. Kevin Loo dari City Harvest Church Malaysia)?

IL: Di tengah kota yang sekuler dan materialistik, saya lihat gereja mereka bisa dengan relevan menjangkau generasi yang baru. Dan orang-orang yang mereka jangkau juga mampu bangkit untuk mengasihi Tuhan dan memberi jawaban atas kota mereka masing-masing.

Selain itu, menurut saya kota dan negara kita semakin menuju kemiripan dengan AS dan Malaysia. Banyak pengaruh barat memasuki bangsa kita. Ps. Carl Lentz dan Ps. Kevin Loo melayani di kawasan kota yang masyarakatnya tentu lebih memilih untuk tidak ke gereja, namun dengan cara yang relevan, gereja mereka justru dipakai untuk menjangkau begitu banyak orang.

 

IGNITE 13 Conference digelar pada 24-26 Mei 2013, bertempat di Gedung BPPT Main Auditorium Jl. M. H. Thamrin Kav. 14, Jakarta Pusat. Untuk pendaftaran, kunjungi www.TheCauseJakarta.com/Conference.

 

BACA JUGA:

Inilah Pembicara IGNITE 13 Conference

Indonesia Bisa Selenggarakan COU Karena Sudah Jadi Contoh

Ulas Tuntas Kelemahan Teknologi di Iron Man 3

PBB: April, Bulan Paling Berdarah di Irak

Sumber : JAWABAN.COM | YK

Ikuti Kami