Polisi Masih Dalami Pelemparan Bom Molotov 5 Gereja Makkasar

Polisi Masih Dalami Pelemparan Bom Molotov 5 Gereja Makkasar

Puji Astuti Official Writer
1938

Pelemparan bom molotov pada 5 gereja di Makassar menimbulkan pertanyaan besar tentang motif pelaku yang hingga kini belum tertangkap. Namun baik pihak kepolisian dan beberapa tokoh masyarakat menyebut tujuan dari pelemparan bom molotov dalam satu minggu terakhir mengarah pada satu hal.

"Jelas ini perbuatan teror," demikian pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Raffi Amar, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Walau menyebut rangkaian pelemparan bom molotov ini sebagai terror, Brigjen Pol Boy Raffi masih belum bisa memastikan ada tidaknya kejadian ini terkait dengan jaringan terorisme yang baru ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Senada dengan pihak kepolisian, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meninjau ke lokasi kejadian menyebut apa yang terjadi sebagai tindakan kriminal.

"Ini pastinya tindakan kriminal dan latar belakangnya kita tidak tahu. Polisi yang tahu. Ini kriminal yang harus kita atasi dan mengambil tindakan yang keras terhadap pelaku," demikian pernyataan Jusuf Kalla yang dikutip oleh Tribunnews.com, Kamis (14/2).

Usai mengunjungi lokasi kejadian, pada Kamis lalu juga diadakan dialog antara pemuka agama, tokoh masyarakat, lurah se-Makassar, camat se-Makassar bersama Jusuf Kalla, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo, Pangdam VII Wirabuana M Nizam dan Kepala Kejati M Kohar. Hasil dari pertemua ini adalah adanya komitmen bersama untuk memerangi tindakan terror sehingga tidak kembali terulang di wilayah Makassar.

Dalam satu minggu terakhir 5 gereja di Makassar menjadi sasaran pelemparan bom Molotov. Pelemparan pertama terjadi pada Minggu (10/2) dini hari dimana Gereja Toraja Mamasa, Gereja Tiatira Malengkeri  dan Gereja Toraja Klasis, dan yang kedua adalah pada Kamis (14/2) dini hari sasarannya adalah Gereja Toraja Mamasa yang berada di JL. Andi Pangeran Pettarani dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di JL. Sumiun.

Pelemparan bom molotov ini di duga kuat adalah upaya menimbulkan kekacauan di wilayah Makassar dengan menggunakan isu SARA. Untuk itu tindakan provokatif ini harus disikapi dengan bijak oleh seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah diadu domba, namun sebaliknya jadikan kejadian ini menjadi sarana untuk semakin memperkuat kesatuan dan ikatan silaturahmi dalam masyarakat, terutama penduduk Makassar.

Baca juga artikel lainnya :

Kalung Mutiara Putih

Anda Bisa Memilih Bagaimana Harus Berpikir

Rayakan Valentine Bersama Pacar Tanpa Kuras Kantong

Makanan Dalam Perspektif Alkitab

Mau Investasi di Apartemen? Ini Cara Pilih Yang Potensial

Sumber : Metrotvnews.com | Tribunnews.com | Puji Astuti

Ikuti Kami